Between You, Me, and He [Part 2]

Between You, Me, and He | Pairing SooHun or SooKai | Rating: PG-17

Genre: Romance, Smut | Length: Chaptered

Contact Author @dinaalifa

Sorry for the typos, or the weird story

Enjoy 😀

Preview | Part 1

***

 

Gemericik air penuh busa mengalir memenuhi bath up panjang berbentuk oval. Airnya yang berlebih meluber hingga membasahi seluruh lantai keramik berbatu disekitarnya. Sooyoung menenggelemkan seluruh tubuhnya pada kedalaman bath up. Menahan nafas sebentar sebelum akhirnya kepalanya menyembul dengan nafas tersengal. Setidaknya air dingin yang dipakainya mandi saat ini dapat menetralkan pikirannya yang benar-benar panas.

Baru sekitar dua puluh menit kemudian Sooyoung membawa tubuhnya keluar dari bath up. Sooyoung meringis, kulit tubuhnya menjadi halus kembali setelah berendam menggunakan sabun aroma terapi. Bergegas Sooyoung memilah pakaian sebelum mematut dirinya didepan cermin.

Dengan menggunakan pengering di tangan kirinya Sooyoung menyisir rambut panjang kecoklatannya lembut. Rasa lelah dan kantuk seketika menyerangnya tatkala ia telah selesai menata dirinya sendiri. Sooyoung menguap. Ranjang berukuran sedang di depannya seolah menyeru padanya untuk segera datang. Tanpa penolakan Sooyoung segera merebahkan setengah tubuhnya ke ranjang, dengan kaki yang masih menjuntai ke lantai kamar.

Sooyoung mendesah seraya memejamkan mata. Melakukan rileksasi dengan caranya sendiri. Baru lima menit matanya terpejam, Sooyoung dikejutkan dengan suara gemelotak dari kaca jendelanya. Sooyoung berjengit kesal, ia melihat hiasan woody kecil dari kaca imitasi tergeletak di lantai begitu saja. Seseorang pasti dengan sengaja melemparnya kemari. Sooyoung mengamati hiasan woody tersebut dan baru menaydari jika hiasan itu adalah gantungan ponselnya setelah ia mengambil woody kecil tadi.

“Astaga. Mengapa bisa ada disini kalau ponselku saja,-“ Sooyoung buru-buru menengok ke bawah jendelanya. Oh God, kenapa dia harus datang lagi kesini. Sooyoung membatin dengan kesal. Tatapan malasnya ia tunjukan pada pemuda yang sedang berdiri didepan rumahnya. “Ada apa kau,-“ Belum sempat Sooyoung melanjutkan teriakannya pintu kamar sudah terbuka lebar menampakkan sang ibu yang berdiri tegap dibaliknya. “Sooyoungie, kau dicari temanmu dibawah” Sooyoung menahan nafas dalam. Ibunya nampak tak menyadari ekspresi kekesalan Sooyoung.

“Aku tidak mengenalnya eomma, bilang saja aku tidak ada” Jawabnya malas lalu merebahkan kembali tubuhnya pada ranjang. Tanpa pernah ia kira ibunya justru menarik lengannya dan memaksanya berdiri. “Eish, tidak kenal bagaimana? Baru saja temanmu bilang kalau kalian sangat dekat, dia juga menceritakan banyak hal kebiasaanmu disekolah” Sooyoung melongo tak percaya. Teman dekat? Sangat tidak mungkin. Dan lagi, Oh Sehun tahu apa tentangnya. Sooyoung merutuk semakin kesal dan dongkol.

“Cepat turun kasihan temanmu jika terus menunggu” Pesan terakhir ibunya sebelum akhirnya meninggalkan kamar. Sooyoung masih tercenung, ia melongok lagi di jendela kamarnya. Oh Sehun masih tetap berada disana. Itu membuatnya mau tak mau harus menemui Sehun dibawah.

Hal pertama yang Sooyoung lihat setelah bertemu Sehun adalah seringainya. Sooyoung bergidik dan melangkah lebih pelan mendekati tubuh Sehun. “Aku ingin mengajakmu pergi malam ini” Tanpa sempat bertanya Sehun seolah mengerti isi kepala Sooyoung. “Jika kau bersedia, tas mu akan kukembalikan nanti” Sehun melanjutkan. Sooyoung memalingkan wajahnya. Dengan bersedekap tangan, Sooyoung berucap begitu angkuh. “Sudah kubilang jika kau bisa mengambil tasku, lengkap beserta isinya” Sehun justru tersenyum masam mendengarnya. Ditariknya tangan kanan Sooyoung dan membuatnya kembali menatap wajah Sehun. “Aku bukan pencuri nona, lagipula isi tas mu tak ada yang penting bagiku” Sooyoung mendecih kesal. Sebelum sempat melepas genggaman Sehun lelaki itu cepat-cepat membawanya pergi. Sooyoung berteriak kesal namun tak ada hasil yang ia dapatkan. Oh Sehun tetap memaksanya menaiki motornya dan mengegasnya dalam-dalam.

***

Sooyoung serasa jungkir balik berada diboncengan Sehun. Sedikit bersyukur ketika lelaki itu menghentikan motornya dan membawanya memasuki gedung yang ia pesan siang tadi. Suasana didalamnya sungguh berbeda sekali dengan yang tadi siang. Pada malam hari tempat ini tak lain seperti diskotik. Sooyoung merasakan mual diperutnya karena terus saja menghirup bau alkohol dan rokok. Tanpa ragu Sooyoung mengeratkan tanganya yang sedari tadi masih saling bertaut dengan tangan milik Sehun.

Seolah tak tahu Sehun tetap saja membawa Sooyoung masuk hingga mereka sampai di tempat yang telah dipesan Sehun. Seluruh teman satu geng nya sudah berada disana. Sooyoung semakin merinding melihat wajah-wajah sangar para teman Sehun. “Tidak perlu takut, mereka semua temanku” Sehun berbisik tepat ditelinganya. Sooyoung sempat geli dan ia hanya mengangguk lemah.

Sooyoung mengedarkan pandangan matanya. Mengamati satu persatu siapa saja teman Sehun yang datang malam ini. Selain teman satu geng ternyata ada juga para perempuan dengan pakaian begitu seksi yang datang kesini. Sooyoung membatin, pasti itu Minah dan para komplotannya. Pandangan mata Sooyoung beralih pada botol-botol minuman keras dari berbagai jenis yang bahkan Sooyoung sendiri tak tahu namanya. Rasa mual diperutnya muncul kembali. Rasanya seperti ia akan muntah.

Sehun membawa Sooyoung duduk berdampingan dengannya di sofa beludru panjang. Ia mulai memperkenalkan Sooyoung, sebagai pacar barunya. Sooyoung yang masih mual seakan tak berdaya untuk menyangkal ucapan ngawur Sehun. Benar saja, beberapa detik setelah Sehun memperkenalkan dirinya seluruh pandangan mata para perempuan tadi langsung mengarah padanya.

“Tidak salah kau berkencan dengannya?” Ungkapan tak percaya keluar dari salah satu perempuan tadi. Sooyoung tak mengenalnya, itu membuatnya diam tanpa perlu meladeni ucapannya. “Minah-ssi, kau tak lihat wajahnya? Dia cantik, wajar saja jika Sehun menyukainya” Celetuk salah satu teman Sehun yang membuat Sooyoung lega. Setidaknya ada orang yang memihaknya.

Intensitas mual Sooyoung semakin menjadi tatkala Sehun membuka penutup botol arak dan meneguknya habis-habis. Seakan tak mempedulikan keadaannya Sehun semakin membabi buta semua minuman yang ada. Disaat mulutnya yang hampir terbuka mengeluarkan seluruh isi perutnya, mendadak pintu dibuka kasar, menampakkan tubuh laki-laki tinggi disana. Sooyoung melirik sebentar, merasa cukup tahu keberadaan Kai yang kini tengah menyeringai kearahnya.

Kai cepat-cepat mengambil alih tempat duduk disamping Sooyoung, menyingkirkan tubuh Sehun yang hampir terjungkal akibat senggolan keras Kai.  Suasana ruangan ini begitu ramai, hiruk pikuk suara dentuman musik, bau menyengat minuman keras, dan asap rokok semakin membuat perut Sooyoung menjadi-jadi. Semua orang seakan tengah berpesta dengan dunianya sendiri hingga tak ada yang peka mengenai kondisinya.

Merasa tak kuat Sooyoung mulai bangkit dari tempat duduknya. Diam-diam Sooyoung keluar dari ruangan nista yang sempat disinggahinya tadi dan segera berlari mencari keberadaan toilet. Sooyoung merasakan isi perutnya yang semakin berada di ujung mulut. Mau tak mau ia harus menambah kecepatan berlarinya dan ia begitu bersyukur ketika mendapati tempat tujuannya yang ada di ujung pandangannya.

Nafasnya naik turun tak beraturan dengan mulut yang berlumuran air. Sooyoung mengelus dadanya pelan seraya menutup kedua matanya. Sungguh ini adalah pengalaman terburuknya dengan alkohol. Bahkan menghirup aromanya saja sudah membuatnya seperti ini. Sooyoung bersumpah dalam hati ini terakhir baginya berhubungan dengan minuman seperti itu.

Merasa keperluannya sudah selesai Sooyoung melangkah pelan pada pintu toilet. Bahkan disekitar toilet pun masih banyak para muda-mudi yang asyik bermesaraan ataupun nongkrong tak jelas. Sooyoung mulai ragu dengan tempat ini. Baginya, gedung ini tidaklah jauh dari tempat-tempat prostitusi yang banyak tersiar dalam berita televisi.

Sooyoung memutar otaknya keras, saat ini yang harus dilakukannya adalah keluar dari tempat ini dan prediksinya mengatakan akan banyak sekali lelaki hidung belang yang mungkin akan menggodanya nanti. Sooyoung bergidik, tak ada laki-laki lain sebrengsek Sehun yang tega membawanya kemari dan bahkan tak mau bertanggung jawab atas apa yang dialami Sooyoung. Bahkan tas sekolah yang Sehun janjikan juga belum diberikan. Hufft. Sooyoung menghela nafas lelah.

Baru saja Sooyoung sampai di ambang pintu toilet dan ia harus kembali bertemu dengan Kai. Lelaki itu lagi-lagi menyeringai dan mendekatinya. Sooyoung menolak dan terus berjalan menyamping menghindari Kai. Mereka terus saja berbelit sampai akhirnya Kai mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik tubuh Sooyoung.

“Jika kau kembali Sehun berjanji akan mengembalikan tas mu” Kai membuka sauranya pelan. Sooyoung meliriknya geram seolah tak tertarik dengan penawaran Kai. “Ketempat menjijikkan itu? Terima kasih Kai, tapi aku tidak mau” Sooyoung membalas dingin tanpa memandang Kai. Merasa lawan bicaranya lengah, Sooyoung segera menginjak keras-keras kaki Kai dan segera berlari meninggalkannya.

Sooyoung memasuki lift kosong dan segera memencet angka 1 yang menjadi lantai dasar gedung. Demi Tuhan, Sooyoung mengutuk kehadiran Kai yang mampu menahan pintu lift yang hampir tertutup. Pintu lift terbuka, menampakkan dua ekspresi berbeda dari dua orang dan pada sisi yang berbeda pula. Sooyoung memperlihatkan mata garangnya sedangkan di lain sisi Kai menampakkan senyum simpulnya yang begitu beringas bagi Sooyoung.

Tak cukup akal untuk lari dari kejaran Kai, Sooyoung segera menekan lagi nomor lantai yang ditujunya sedangkan Kai lagi-lagi menekan tombol pembuka pintu lift. Beberapa menit mereka terus seperti itu hingga pintu lift terbuka dan menutup entah sudah keberapa puluh kali. Jadilah akhirnya tombol lift eror dan membunyikan suara dengungan yang membuat Sooyoung terlonjak.

“Gara-gara kau lift nya rusak” Bibirnya bergetar ketika berucap. Kai seolah tak takut dan justru menjadikan ketakutan Sooyoung sebagai hiburan. “Enak saja. Suaranya berasal dari dalam tombol yang kau tekan, itu berarti kau yang menyebabkan kerusakan” Sooyoung semakin takut dengan Kai yang tak mau disalahkan. Tanpa sadar Sooyoung menggigiti jemarinya sendiri dan menghentakkan kakinya tak jelas.

“Lagian kau egois sekali tak mau berbagi lift denganku” Kai semakin tertawa keras melihatnya ketakutan seperti ini. Tiba-tiba seorang laki-laki bersetelan rapi dengan alat pengenal ‘staff’ datang menghampiri mereka berdua. Sooyoung semakin mati kutu. Tak ada pilihan selain bersembunyi dibelakang Kai. Mencari perlindungan dari tubuhnya.

“Maaf tuan, nona, keberatankah anda berdua jika mengikuti saya ke kantor? Sepertinya lift mengalami kerusakan akibat tindakan tuan dan nona” Si Pria berjas bicara dengan sopan. Menundukkan tubuhnya sebelum berjalan memandu arah menuju kantor. “Aku tak mau tanggung jawab ya jika terjadi apa-apa nanti. Kau yang merusakkan lift nya” Kai terkekeh  sekaligus mengejek. Bermain mata dengan Sooyoung yang nampak kesal sekali.

“Jika saja kau tak mengikutiku terus ini semua tak akan terjadi” Dengan terus berjalan, Sooyoung menjawabnya sinis. Beberapa menit berselang mereka sudah berada di kantor keamanan gedung. Sooyoung mengumpat dalam hati. Hei, memangnya tampangnya seperi penjahat sampai harus diamankan segala.

Sooyoung melirik Kai yang tengah bersantai, bersenda gurau, ataupun menggoda para petugas perempuan disana. Dasar playboy. Sooyoung bingung harus berbuat apa. Ia hanya bisa pasrah duduk di bangku yang dihadapannya terdapat komputer yang menayangkan aksi pencet memencetnya tadi bersama Kai. Ia merutuk sendiri pada kamera CCTV yang memang selalu ada pada tiap lift.

“Kai apa yang kau lakukan pada lift itu? Kau bermain disana?” Seruan keras dari seorang laki-laki yang baru masuk ruangan tak ayal membuat Sooyoung begitu terkejut. “Kau, Choi Sooyoung ‘kan? Pacarnya Sehun?” Laki-laki itu menunjuk Sooyoung, membuat semua pasang mata menajamkan pandang hanya kearahnya. “Pacarnya Sehun? Jangan asal bicara hyung!?” Kai langsung sewot, ia mengambil alih bangku disamping Sooyoung yang masih kosong.

“Sudahlah, terlepas dari pacar atau bukan pacarnya Sehun, mari kita selesaikan masalah ini. Kalian berdua harus mengganti biaya reparasi” Sooyoung dan Kai saling melirik, menajamkan signal saling tuduh masing-masing. “Aku tak mau, lift itu rusak pada tombol yang disentuh Sooyoung” Jung Yunho yang sedari tadi menginterogasi mereka menjadi bingung sendiri. “Ya! Kai kau juga ikut terlibat. Kau tak lihat rekaman CCTV ini?”

Mereka bertiga masih terus berseteru dan tak ada yang mau mengalah. Ruangan semakin bising akibat ulah mulut mereka ditambah dengan suara Kai dan Yunho yang sekali memekik langsung menyebabkan sakit gendang telinga yang luar biasa. “Yunho-ssi tolong katakan saja jumlah uang yang harus kubayar” Dan setelah Sooyoung memberikan pernyataannya barulah keadaan menjadi sedikit hening.

“Sebenarnya aku tak enak padamu Sooyoung-ssi. Baiklah aku akan meminta data kerusakannya dulu” Nampak Yunho yang berjalan menghampiri seseorang laki-laki paruh baya yang sedari tadi tengah sibuk dengan layar monitor didepannya. Yunho datang dan siap membacakan kerugian pihaknya. Entah mengapa Sooyoung menjadi gemetar. “Total semua kerugian yang disebabkan sebanyak 400.000 won termasuk biaya reparasi. Karena aku sudah mengenal kalian berdua, jadi bayarlah sebanyak 300.000 won saja” Sooyoung menelan ludahnya sendiri. Itu sih termasuk banyak baginya. Sooyoung merogoh isi tasnya, mencari dompet dan nyatanya tidak ada. Keringat dingin mulai memenuhi permukaan kening hingga pelipis Sooyoung.

“Hah, dompetku! Kai aku lupa jika tasku,-“

“Masih dibawa Sehun ‘kan? Aku sudah tahu itu” Kai melirik dengan wajah mengejek. Jika tidak sedang dalam keadaan darurat seperti ini Sooyoung yakin pasti akan memukul wajah itu. “Ini hyung, 300.000 won yang kau minta” Kai memberikan uangnya secara cuma-cuma pada Yunho. Setelahnya laki-laki itu membawa Sooyoung pergi.

Sampai di pelataran gedung Sooyoung nampak lega sekali. Sekarang ia hanya perlu pulang dan merilekskan otot-ototnya yang ia peras selama seharian ini. “Terima kasih ya Kai, tak kukira kau sebaik ini. Aku pergi dulu, selamat malam” Kai segera menahan lengannya ketika baru saja Sooyoung akan melangkah. “Kau pikir aku membayarnya tanpa syarat?” Smirk yang dikeluarkan Kai membuat Sooyoung merinding.

“Kau tidak tulus membantuku?” Sooyoung memekik dan mencoba melepas genggaman Kai. Tidak terlepas dan justru tubuhnya yang tertarik mengikuti Kai. “Aku akan tulus membantumu jika kau sudah melakukan sesuatu untukku” Lagi-lagi smirk yang dikeluarkan Kai. Sooyoung takut ketika Kai membawanya masuk pada mobilnya, terlebih takut lagi mengingat permintaan Kai tadi siang.

“Aku akan melakukan apa yang kau mau jika itu tidak berbau yadong” Sooyoung menepis jauh-jauh perkiraan apa yang akan dilakukan Kai padanya. Kai menatap Sooyoung begitu dalam. Tatapannya seolah menginginkan gadis itu. “Sayang sekali, tapi yang kuinginkan memang yang seperti itu” Sooyoung menatap terkejut pada Kai disampingnya. Tangannya reflek mengayun tapi menggantung saat diudara. Tak tega sendiri melihat Kai yang telah merelakan uang 300.000 nya dan justru ia tampar begitu saja.

“Cium aku, disini. Aku akan membuat selfie nya untuk kita berdua lalu aku akan memperlihatkannya pada si tengik Sehun agar ia tak sembarangan mengakuimu sebagai pacarnya” Kai menunjuk pipi sebelah kanannya untuk dicium Sooyoung. Sooyoung masih tak bergeming dan menatap lurus pada Kai. “Kau gila Kai? Apapun alasanmu aku tak akan mau!” Baru pertama kali Kai ditolak mentah-mentah oleh seorang perempuan. Wajah tampannya memang selalu bisa menaklukkan gadis manapun tapi tidak untuk Sooyoung.

“Tidak mau, yasudah,-“ Ucapan Kai menggantung saat dilihatnya Sooyoung yang asyik memalingkan wajahnya kesamping. Ide kotor tiba-tiba merasuk pada otaknya. Ia tersenyum masam. Mengganti ponselnya yang semula format potret menjadi kamera rekam, Kai siap melancarkan aksinya. Perlahan wajahnya mendekat pada Sooyoung. Saat perempuan itu lengang dan tak menyadari keadaannya, Kai segera menarik lengan Sooyoung. Menjadikan wajah mereka saling berhadap-hadapan dan sesegera mungkin Kai menyatukan bibirnya.

Rasanya manis. Kai sepertinya terbuai pada keelokan bibir Sooyoung. Semakin dalam dan intens, Kai terus menyudutkan Sooyoung dengan lumatannya. Sooyoung benar-benar merasakan bagaimana brengseknya Kai saat ini. Hanya diam dan menurut, Sooyoung merasa seolah dirinya adalah budak yang harus tunduk pada majikannya. Dua menit berlalu Kai mulai menjauhkan bibirnya. Nafasnya yang tersengal membuat Sooyoung tak bisa membalas apa-apa. Sooyoung hanya mampu memberikan pelototan mata pada Kai yang sepertinya juga tak takut sama sekali.

“Senang bisa mencium bibirmu, juga merekamnya”

***

Sedikit lega saat Kai langsung membawanya kerumah. Meski sedikit bingung dengan arahan yang Sooyoung berikan Kai tetap berhasil mengantarkan gadis itu dengan selamat kerumahnya. Langsung turun tanpa mengucap salam sama sekali. Kai seakan menyadari kemarahan itu dan segera turun menyusul Sooyoung.

“Kau marah padaku?” Kai mencoba mencairkan suasana namun tidak begitu berhasil. Nyatanya Sooyoung masih sama marahnya seperti tadi. “Sinis sekali nona” Kai tak langsung menyerah. Lagi ia mencoba menggoda Sooyoung dan beberapa kali mencolek dagunya. “Jangan kurang ajar ya Kai” Sooyoung mulai memekik dan Kai terdiam seketika.

“Terserahmu lah, yang penting tadi aku melakukannya dengan tulus” Kai mengatakannya sedikit lebih lembut. Sooyoung menatapnya langsung tepat di manik matanya. Mencoba merayuku eoh? Sooyoung membatin dan mencoba mencari kebohongan yang mungkin tersirat pada sorot mata Kai. Beberapa detik ia mengamati manik bening itu, alih-alih mendapatkan kebohongan pada Kai, Sooyoung justru terlarut terlalu dalam pada pandangan itu.

“Bagaimana? Kau bisa merasakan ketulusanku ‘kan?” Kai membuka suara yang menyebabkan kesadaran Sooyoung kembali. “Terserah, aku sama sekali tak peduli” Sooyoung segera meninggalkan Kai tanpa menunggu lelaki itu pulang.

“Aku benar-benar tulus, Choi Sooyoung”

***

Pagi-pagi Sooyoung telah diributkan dengan suara teriakan ibunya yang mengatakan ada teman sekolahnya berkunjung. Bangun pagi dihari Minggu benar-benar pantangan bagi Sooyoung. Tidak beruntungnya lagi, teman yang berkunjung pagi ini adalah Sehun. Sooyoung memutar matanya, apalagi sekarang?

Tanpa mandi ataupun berbenah diri Sooyoung tetap menemui Sehun. Satu senyuman lembut Sehun layangkan padanya. Membuat Sooyoung muak dan hampir muntah saja. “Ada apa?” Selalu sinis jika sedang badmood, itulah Sooyoung. Tanpa menjawab Sehun menunjuk tas yang kini ada di meja. Sooyoung segera mengambil dan mengecek isinya.

“Tenang saja, aku tak mengambil apapun, termasuk pembalutmu” Pipi Sooyoung merekah seketika. Ia menatap marah sekaligus malu pada Sehun. “Pipi mu merah, apa perlu kucium?” Sehun menatapnya dengan penuh menggoda. “Ah iya, semalam Kai memamerkan rekaman videomu dengannya padaku. Hngg, aku cukup sakit hati mengingat kau adalah kekasihku, tapi aku sedikit lega karena aku lebih dulu menciummu dibandingnya” Sooyoung memelototkan matanya, tak mengerti dengan apa maksud Sehun barusan.

Entah permainan macam apa yang tengah Kai dan Sehun mainkan, yang jelas Sooyoung benar-benar muak dan kesal dalam satu waktu bersamaan.

“Aku bukan kekasihmu, sudah berapa kali kubilang” Tetap mengelak meski tak ada gunanya. Emosi Sooyoung hanya dibalas cengiran oleh Sehun. “Tapi aku sudah terlanjur mengakuimu sebagai kekasihku. Dilihat dari dandananmu sepertinya kau belum mandi, apa perlu kumandikan? Kebetulan aku juga merasa gerah, jadi kita bisa mandi bersama, membuat video bersama lalu memamerkannya pada Kai” Pagi-pagi dan tensi darah Sooyoung langsung naik hanya menanggapi Sehun. Sooyoung segera menarik tangan Sehun dan membawanya keluar.

“Pergi sekarang juga Sehun!” Sooyoung memerintah dan mendorong tubuh Sehun menjauh. Sehun terkekeh sebentar dan balik menanggapinya. “Ya, aku akan pulang setelah ini” Entah keberapa kali Sooyoung dibuat terkejut dengan tindakan tiba-tiba Sehun maupun Kai.

Sehun segera pergi setelah mendapatkan ciumannya di pipi Sooyoung. Satu kerlingan kecil mengantarnya pergi dari rumah Sooyoung.

“Oh Sehun kau menjengkelkan!!”

“Choi Sooyoung jangan berisik” Seruan balasan dari ibu Sooyoung membuat Sehun yang masih ada diambang pintu gerbang tertawa. Merasa senang sekaligus geli pada wajah merah padam Sooyoung saat ini.

CUT

Udah ah sampe segini dulu, makin bingung aja sama ff ini 😀

Maaf kalo ada kesalahan tulisan atau kesalahan bahasa ya^^

Ditunggu responnya~

Iklan

30 thoughts on “Between You, Me, and He [Part 2]

  1. kyaaaa…suka banget sama sookai..
    berharap endingnya sookai siih sebenernya
    tapi soohun juga nggak buruk
    next nya ditunggu
    btw nice ff

  2. soo hrs siap2 kena darah tinggi nih.. itu sekai knpa seenak’a aja sih maen nyium2 anak org aja.. dan aku jdi bingung mau pilih sekai apa soohun.. dua2’a aku suka..

  3. Wahhh enak bngt soo direbutin ama kai ama sehun hahaha
    Sehun ama kai nakal bngt…bisa2 soo darah tinggi tu hahahhaha
    Ditunggu part 3 chingu

  4. Mungkin kalau Soo eonni bisa meledak udah meledak dari dulu kali yaaa._.
    Gilaaa KaiHun main cium cium anak orang sembarangan ckck kasian Soo eonni nyaa #poorSoo
    Eh btw eonni Annyeong aku reader baruu^-^ kiki imnida^-^ baru liat ff ini dan langsung tertarik hehehe….
    Ditunggu next partnya eonni^-^~

  5. ya ampun,kahun lu kira salah satu dari elu ada yg bae-_- ternyate sama aje!! is kalo aku jd sooyoung aku akan nangis td depan kai,minta untuk tdk kembali ke tempat laknat itu -_-
    daebbak,lanjut ne!!!

  6. akhirnya part 2 nya udh keluar setelah sekian lama menunggu hehe
    haha jadi sooyoung harus sabar ngadepin 2 manusia yadong kaya kai sama sehun
    ditunggu next part nya thor, tapi jgn terlalu lama thor hehe

  7. hayo pilih yang mana?
    sama2 yadongnya. hehehe
    sehun mungkin?
    tapi kai sangat menggoda/? 😀
    tulus beneran ga tuh si kai.
    sehun punya manner buat nutupin perasaannya. atau mereka cuma main2.
    next thor.

  8. Bingung antara soohun atau sookai
    Suka bgt sm dua”nya
    Mereka yadong bgt
    Nyium sooyoung sembarangan
    Next partnya ditunggu ya

  9. Kalau aku jadi Soo, pasti bawaannya juga pengen nampar muka Kai saking gregetnya. Tapi kayaknya Soo beruntung deh bisa ngerasain bibir dua makhluk menyebalkan itu

    So, ditunggu lanjutannya 🙂

  10. kereennn!! lanjut chingu jangan lama lama dongg .-. aku tunggu ya ffnya sama gf you have someone nya. ff chingu buat aku mati penasaran karna aku ngga bisa nebak sooyoung nya sama siapa, tapi kayanya ini sama sehun deh, iya kan?!?!? wkwkwk *maksa
    oke chingu ffnya jjang!! daebak!! gomawoyo chingu ffnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s