Between You, Me, and He [Part 1]

Between You, Me, and He | Pairing SooHun or SooKai | Rating: PG-17

Genre: Romance, Smut | Length: Chaptered

Contact Author @dinaalifa

Sorry for the typos, or the weird story

Enjoy 😀

Preview

“Aku melihat celana rangkap yang ia pakai, Hun. Warnanya biru” Ujar sang laki-laki pengintip.

“Aku memegang breastnya, Kai” Celoteh yang satunya lagi.

Mereka berdua masih saling bersitatap untuk beberapa saat. Kai sadar lebih dulu, ia memandang Sehun sengit. Seolah tak percaya dengan apa yang telah dikatakannya. “Kau bilang apa Hun? Breast?” Semakin Kai terbelalak setelah Sehun menganggukkan kepalanya. “Saat dia jatuh diatasku, tak sengaja aku menyentuh dadanya” Sehun menyeringai, menatapi tangan sebelah kanan yang sempat menyentuh dada Sooyoung.

“Tanganku sudah tidak suci lagi, tapi aku senang melakukannya” Sehun makin melebarkan senyum misterinya. Kai semakin menatapnya geram seolah iri dengan apa yang didapat Sehun. “Kau tadi juga melihat celana rangkapnya ‘kan?” Kai menatap tajam Sehun sebelum menjawab pertanyaannya. “Kau tahu, paha perempuan tadi mulus sekali. Kakinya panjang. Tubuhnya pun langsing meski dadanya tak sebesar perempuan yang ada di koleksi videoku” Kai terkekeh kecil seeeraya memikirkan kembali kejadian beberapa saat lalu.

“Rasanya ingin sekali mengintip roknya setiap saat” Gantian Sehun yang kini menatap Kai dengan pandangan geramnya. Buru-buru ia memperingati teman satu geng nya tersebut. “Kau menyukainya Kai? Tak kupercaya ternyata kau terkena sindrom cinta pandangan pertama. Cihh, picisan sekali kau” Terdengar ketegasan pada nada suara Sehun, membuat Kai sontak menatapnya balik dengan pandangan remeh. “Memangnya kau tidak? Persetan dengan cinta pandangan pertama, yang harus kulakukan sekarang adalah mencari keberadaan perempuan itu disekolah ini” Sebelum berlalu pergi Kaisempat menepuk bahu Sehun pelan.

***

Sooyoung sudah berdiri didepan kelasnya. Tinggal mengetuk pintu saja tapi nyalinya menciut. Terlebih dengan kedatangannya yang tidak dibarengi dengan surat ijin masuk. Sooyoung dapat menebak jika guru yang mengajar kelasnya nanti akan menyuruhnya meminta surat tersebut. Dan jika ia bertemu guru piket, matilah ia ketahuan dan ujung-ujungnya adalah mendapatkan hukuman. Fix. Sooyoung tak tahu harus apa sekarang.

Tanpa sadar Sooyoung meraba pundaknya dan mendapati suatu keganjilan disana. Dapat ia rasakan pundaknya yang lebih ringan daripada biasanya. Sooyoung mendadak menepuk keras-keras kepalanya dan berlari kencang ke lapangan belakang.

‘Mati saja kau Sooyoung. Kemana kau tinggalkan tas mu huh?’ Sooyoung meruntuk selama perjalanannya menuju belakang sekolah. Mencari keberadaan Sooyoung yang kini sudah meninggalkan tempat. Runtukan Sooyoung semakin keras. Kekesalannya memuncak. Rambutnya acak-acakan karena aktivitas tangannya yang tak berhenti.

Sooyoung memutuskan pergi ke perpustakaan.

Tiga jam berselang sejak kedatangan Sooyoung ke perpustakaan. Artinya beberapa menit lagi akan isitirahat dan ia berharap besar Yuri, temannya, dapat menemuinya disini setelah Sooyoung mengiriminya pesan singkat tadi. Sooyoung membuka asal buku yang ia bawa, pikirannya sedang kacau dan ia tak ada mood untuk membaca.

“Hai, Soo!” Segera Sooyoung membalik tubuhnya mendengar namanya diserukan. Cepat-cepat ia menarik tangan Yuri dan membawanya duduk disampingnya. “Apa-apaan kau ini! Berani sekali kau membolos” Yuri berteriak dan itu membuat Sooyoung panik. “Yul, dengarkan aku dan jangan banyak bicara” Melihat anggukan dari Yuri membuat Sooyoung menghela nafas panjangnya kemudian memulai sesi tanya jawabnya dengan Yuri.

“Kau tahu murid bernama Oh Sehun?” Yuri tidak menjawab dan justru menampakkan wajah terkejutnya. Sooyoung semakin bingung, hanya diam dan menunggu jawaban Yuri. “Kau mengenalnya? Atau kau menyukainya? Katakan padaku, kau memilih pernyataanku yang pertama atau yang kedua?” Memutar bola matanya kesal sebelum menoyor kepala Yuri. Sooyoung beralih menatap sahabatnya itu dengan galak.

“Kau mengenalnya ‘kan? Cepat katakan dimana kelas anak itu” Sooyoung memerintah tegas. Yuri semakin membulatkan mulutnya. “Kau sangat menyukainya ternyata” Hanya kalimat pendek dan itu berhasil membuat lengan Yuri memerah karena cubitan Sooyoung.

“Aku – sama – sekali – tidak – menyukainya”

Sooyoung menengok ke kanan kiri memastikan jika ruangan yang ia tuju benar. X2. Sehun berada di kelas tersebut dan Sooyoung berniat menemuinya untuk mengambil tasnya kembali. Sooyoung melongok kedalam kelas dan hanya mendapati kegaduhan didalamnya. Siswa laki-laki saling bergerombol tak jelas dan sebagian siswa perempuannya bergosip. Menggaruk rambutnya yang sama sekali tak gatal, lagi-lagi Sooyoung menyembulkan kepalanya memeriksa keberadaan Oh Sehun.

“Tidak ada di kelasnya, mungkin ke kantin” Sooyoung bergumam sendiri dan berniat menjauh sebelum ia merasakan jambakan kecil pada rambutnya yang ia kuncir ekor kuda. “Ahh,-“ Suara Sooyoung terdengar mengaduh. Sooyoung membalikkan tubuhna lagi dan mendapati sang laki-laki pengintip berdiri dengan cengiran di sudut bibirnya. “Mencariku, ya?” Tanyanya girang.

“Enak saja, sama sekali aku tak berminat dengan laki-laki pervert sepertimu” Sooyoung membalas judes. Kai tersenyum lebar dan memajukan tubuhnya mendekati Sooyoung. “Namaku Kai cantik. Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi, ya? Itu sedikit menakitkan hati” Seringai kembali muncul diwajah Kai. “Tag nama mu bertuliskan Kim Jongin. Bukan Kai” Sahut Sooyoung malas.

“Itu nama kerenku. Semua murid disekolah ini memanggilku Kai. Ehm, kau boleh memanggilku menggunakan nama asli, sebagai panggilan sayang” Buru-buru Kai mencolek dagu lancip Sooyoung dan semakin berdiri mendekat. “Dasar perayu” Sooyoung mendecih dan berancang-ancang untuk segera pergi. Kai menarik rambut Sooyoung untuk kedua kalinya. “Kau sudah bersusah payah mencariku kesini, paling tidak aku harus mengantarmu ke kelas” Dan detik berikutnya Kai sudah menarik pergelangan Sooyoung, membawa lari perempuan itu menuju suatu tempat.

Sooyoung meronta dengan perlakuan Kai. Sedikit bersyukur ketika Kai melepas genggaman tangannya. Tunggu! Ini bukan ruang kelasnya, melainkan ruangan gudang tak terpakai yang jauh dari keramaian siswa. Sooyoung melotot didepan Kai. Mencoba menggertak agar laki-laki itu takut padanya. “Apa maumu huh?” Memicingkan kedua matanya Sooyoung justru mendapat senyuman mati dari Kai.

Kai menarik lengan Sooyoung dan memojokkan tubuhnya pada dinding gudang. Sooyoung terbelalak, sesegera mungkin ia melarikan diri namun Kai lebih dulu mengurungnya. Sooyoung menghela nafas dalam-dalam, matanya terbuka lebar-lebar memelototi wajah Kai yang sepertinya tak kenal rasa takut. “Choi Sooyoung-ssi, kau menyukaiku?” Lagi Sooyoung dibut terkejut dengan pertanyaan Kai terakhir. Apa maksudnya? Menyukai? Bahkan kenal saja tidak!.

“Buang jauh-jauh pikiranmu bodoh. Dan lagi, aku tak ada urusan denganmu jadi biarkan aku pergi” Begitu dingin dan ketus. Itulah kesan yang didapat Kai setelah mendengar ucapan Sooyoung. Kai tak menyerah, ia menggenggam lembut helaian rambut Sooyoung, memaikannya perlahan dengan sesekali mencium bau shamponya. “Jika tidak denganku, lalu siapa?” Hanya decihan yang disuarakan keras-keras yang mampu Kai dengar.

Sooyoung mendorong tubuh Kai menjauh, apa daya Kai tetap bisa menahan berat tubuhnya. Sooyoung berteriak frustasi dalam hatinya. Waktu istirahat akan segera habis dan bodohnya sampai sekarang ia belum menemukan tasnya yang dibawa Oh Sehun. “Bisa kau membawaku pada Oh Sehun? Kurasa kalian berdua berteman dekat” Kai diam tiba-tiba, memandang tajam tepat pada manik mata Sooyoung. Begitu dingin tatapannya hingga membuat Sooyoung bergidik.

“Ada urusan apa kau dengannya?” Nada suara Kai terdengar memerintah, seakan tak rela. Sooyoung memutar bola matanya malas. Baiklah, demi tas sekolahnya, ia rela harus mengulur waktu dengan laki-laki brengsek seperti Kai disini. “Tas sekolah ku masih dibawa olehnya” Cukup singkat dan itu berhasil membuat Kai terbahak kecil. Ia lirik perempuan didekatnya, menjeda tawa yang sedari terus ia lakukan dan mulai berkata.

“Sehun membolos”

Sooyoung menatap geram laki-laki didepannya tanpa kata-kata. Sungguh singkat Kai menjawab pertanyaannya. Dan apa tadi? Sehun membolos? Lalu bagaimana nasib tas nya sekarang ini? Sebenarnya bukan masalah tas melainkan masalah buku-buku dan tugas-tugas sekolah yang ada didalamnya. Belum lagi barang berharga lainnya. Yah meskipun tidak jenius setidaknya Sooyoung mendapat gelar cerdas dikelas ataupun angkatannya.

“Membolos? Lantas bagaimana aku mengambil tas ku? Setelah ini aku juga harus masuk kelas” Sooyoung mengeluh kesal. Kai lagi-lagi menarik tangannya dan menyuruhnya duduk di bangku usang dekat gudang. “Kau disini saja, menemaniku membolos juga” Terdengar suara kekehan diakhir kalimat Kai. Sooyoung menoyor keras bahu Kai, meliriknya sebal. “Kau harus mengantarku ke tempat Sehun biasanya membolos” Sooyoung berteriak memerintah. Ia menarik tangan Kai untuk segera berdiri.

“Akan kulakukan jika kau memilih salah satu dari permintaanku. Eotte?” Sooyoung menjadi takut melihat seringai dibibir Kai. Ia menggeleng kuat, menegaskan jika ia tidak menerima salah satu pun dari apa yang diharapkan Kai. “Yasudah, yang butuh ‘kan juga kau sendiri” Kai bertingkah seolah tak peduli. Sooyoung memutar lagi isi otaknya, menebak-nebak apa yang sebenarnya menjadi permintaan Kai. “Aku akan melakukannya asal masih dibatas kewajaran” Senyum Kai mengembang lebar.

“Tentu saja, permintaanku masih wajar untuk anak seusia kita kok” Hanya diam dan mendengarkan apa yang akan dikatakan Kai setelahnya. “Kau pilih permintaanku yang pertama atau kedua?” Sooyoung mengerutkan alis, menatap ragu-ragu pada Kai. “Aku pilih yang kedua” Ia mulai menjawab dengan harapan tak mendapatkan permintaan konyol dari Kai.

“Cium aku” Kai memposisikan wajahnya mendekati Sooyoung. Memiringkan secara perlahan kepalanya. Jika boleh jujur, adegan seeperti ini sudah sering ia tonton dalam koleksi film biru miliknya. “Apa kau bilang? Shirreo!” Berteriak keras-keras, Soyoung berharap seluruh siswa disekoahnya tahu dengan kebiadapan Kai dan menyelamatkannya yang tengah terpojok sekarang ini. “Kalau tidak mau dibibir kau bisa menciumku sebatas pipi” Kai tetap memaksa, merajuk seolah ia berhasrat sekali mendapat satu kecupan itu.

“Tetap tidak! Aku tidak mau melakukannya! Cepat katakan permintaanmu yang lain!” Kai mendengus malas. Ia berfikir kembali dengan gumamam yang terus meluncur dari bibirnya. “Aku tidak memperbolehkan banding, nona” Sooyoung tetap menggeleng dan Kai mulai mengorek-ngorek seluruh keinginannya yang ingin ia dapat dari Sooyoung. Gotcha! Kai mendapatkannya!

“Kau yakin akan mengabulkan permintaanku yang ini? Keputusanku sudah bulat dan kau tak boleh mengelaknya lagi” Jantung Sooyoung mendadak berdegup ketika melihat smirk pada wajah Kai. Pasti tidak beres lagi.

“Kau harus melihatkan lagi celana rangkapmu padaku” Sooyoung melotot tak percaya. Laki-laki yang tengah beradu argumen dengannya terlalu brengsek ternyata. Sooyoung segera berdiri dan beranjak. “Kau mau kemana? Ingat, kau harus menepati apa yang kau janjikan padaku” Kai terlebih dahulu menahannya. Sooyoung menatap Kai dengan wajah memerah karena emosi.

“Kau pikir aku perempuan macam apa?” Entah keberapa kalinya Sooyoung meneriaki Kai tapi seperti tak ada raut ketakutan dari wajahnya. “Kau perempuan baik-baik, maka dari itu kau harus menepati apa yang telah kaujanjikan. Jika kau ingkar, itu sama saja kau pembohong” Kerut-kerut aliran darah disamping kepala Sooyoung sudah berbentuk. Ia benar-benar dibuat kesal oleh Kai. “Kau harus mengantarku terlebih dahulu ketempat Sehun sebelum aku melakukan keinginanmu” Sooyoung balas melirik tajam Kai. Ia bersedekap seolah menantang preman sekolah didepannya.

“Baik. Tapi setelah itu kau harus melakukan salah satu dari permintaanku tadi” Sooyoung tak menjawab dan segera mendahului langkah Kai. “Eh, tunggu!” Kai berteriak kencang. Sooyoung membalik tubuhnya lagi. Kai menghampirinya dan mengaitkan jemarinya pada jemari milik Sooyoung.

“Sebelum kau selesai melakukan apa yang kumau, kau dalam pengawasanku, cantik”

***

Sooyoung mendesah lega tatkala ia sudah berhasil meloncati tembok belakang sekolah. Bersama Kai, Sooyoung mulai berjalan beriringan menuju tempat Sehun membolos. Kai masih belum mau melepas genggamannya pada Sooyoung, meski perempuan cantik itu merasa risih dan seringkali berontak, Kai tetap memaksakan keinginannya menggenggam tangan tersebut.

Sampailah mereka berdua ke warung belakang sekolah. Nampak banyak sekali siswa lak-laki berandalan yang datang kesana. Sooyoung menatap takut-takut satu persatu wajah para pembolos itu. Menyeramkan, tapi anehnya mereka-mereka yang seeperti itulah yang justru terkenal dikalngan perempuan disekolahnya. Yah, meskipun mereka baru tingkat satu senior high school.

“Kajja, Sehun menunggu disana” Sedikit menarik tangan Sooyoung agar perempuan itu mau bergerak. Sooyoung sudah sampai didepan para laki-laki pembolos tersebut dan Sooyoung bersyukur Sehun ada diantaranya. Kini pandangan para laki-laki disana hanya tertuju pada Sooyoung. Seolah bingung mengapa ada siswi perempuan yang berani membolos disini.

“Kembalikan tas ku, Oh Sehun” Sehun sedikit terbelalak mendengar ucapan sakratis dari Sooyoung. Ia berdiri dari duduknya dan mendekati Sooyoung yang masih digandeng Kai. “Kukira kau sudah tak membutuhkannya lagi” Ucapan pendek Sehun mampu membuat Sooyoung melotot. Beberapa laki-laki yang kebetulan ada disana melirik mereka bertiga – Sooyoung, Sehun, Kai – dengan sedikit berbisik. “Jangan sok jual mahal begitu Sehun. Si cantik itu sudah rela menemuimu disini” Celotehan dari Baekhyun membuat keadaan menjadi gempar.

“Diam Byun! Ini urusanku dengannya” Sehun menyahut dingin. Semua menjadi diam seketika. Nampak takut ketika mendengar gertakan Sehun. “Ckck, dasar pembual” Baekhyun bergumam kesal.

“Kau menginginkan tas mu kembali ‘kan? Sekarang ikuti aku” Buru-buru Sehun menarik kasar pergelangan tangan sebelah kanan Sooyoung hingga genggaman Kai ditangan kirinya terlepas. Merasakan jika Sooyoung akan segera dibawa pergi Sehun, Kai cepat-cepat menghentikan langkah teman satu geng nya tersebut. “Mau kau bawa kemana? Sooyoung dalam pengawasanku” Kai berkata dingin. Sehun mendecih pelan dan balas menantang Kai.

“Aku juga bisa menjaganya. Kau tak tahu betapa tangguhnya aku. Sudahlah aku harus pergi sekarang” Sehun kembali menggeret tubuh Sooyoung keluar dari bangunan kecil tersebut. Tak mempedulikan Kai yang seakan tak rela.

Sehun melempar kecil jaketnya pada Sooyoung, membuatnya bingung dengan maksud Sehun. “Aku butuh tas ku kembali, bukan jaketmu” Ujar Sooyoung dingin. Sehun tertawa masam sembari memainkan lidahnya seperti biasa. “Kau mau aku yang memakaikannya? Cuaca hari ini sangat panas, aku tak mau kulitmu terbakar matahari hanya karena membonceng motorku” Sooyoung terdiam sebentar, terkejut mendengar penjelasan Sehun yang seolah memperhatikannya.

Mereka berdua kini sampai didepan sebuah gedung bertingkat yang nampak seperti tempat hiburan. Sooyoung menghentikan langkahnya seketika. Menatap tajam pada Sehun dan tak membiarkannya menarik-narik tangannya lagi. “Kau gila mengajakku kesini” Sehun menutup telinganya mendengar teriakan keras Sooyoung. “Saat ini aku sangat membutuhkan bantuanmu Sooyoung-ssi. Tapi aku janji tak akan berbuat macam-macam didalam” Sehun menatap tepat pada manik bola mata Sooyoung. terselip kesungguhan disana. Mereka saling melempar pandang selama 5 detik dan itu mampu membuat keduanya terlarut. Sooyoung terlebih dahulu tersadar dan menyingkirkan kedua tangan Sehun pada bahunya.

“Kau hanya perlu mengangguk jika orang-orang bertanya padamu. Oh ya, perlihat senyum manismu itu” Sehun mengerling kecil didepan Sooyoung sebelah membawanya memasuki gedung tersebut. Gedung ini banyak berisi perempuan-perempuan centil dan beberapa terdapat geng anak laki-laki yang sedang berkumpul. Sooyoung merasa semua tatapan perempuan tadi mengarah padanya. Seolah benci, para perempuan tersebut menatap sengit padanya. Sooyoung semakin mendekat pada Sehun. Tanpa sadar ia mengeratkan genggaman tangannya pada Sehun.

“Rileks saja. Semuanya aman denganku” Seolah mengerti keadaan, Sehun mulai merapatkan tubuhnya pada Sooyoung. membuat para perempuan tadi semakin menatap nyalang pada Sooyoung. “Mereka semua fans ku. Wajar saja jika mereka menatapmu seperti itu” Sooyoung mendecih kesal. Ia merasa dikerjai oleh Sehun. “Apakah mereka pekerja seks” Pertanyaan seperti itu muncul seketika dari bibir Sooyoung. Mendapat respon tawaan kecil dari Sehun. “Kau pikir aku lelaki hidung belang? Tentu saja bukan”

“Lalu mereka siapa?” Seolah tak puas Sooyoung kembali bertanya. Interaksi ini sedikit menghilangkan kecanggungan yang sempat tercipta diantara mereka. “Mereka anak para konglomerat, ada juga yang anak pejabat. Juga seumuran dengan kita” Sooyoung semakin bingung ketika mendengar jawaban Sehun. “Anak orang kaya tapi kelakuannya seperti itu?” Sehun mengacak pelan helai rambut Sooyoung.

“Broken home, dan masih banyak alasan lainnya” Sooyoung mengagguk-angguk mengerti. “Kita hampir sampai Sooyoung” Sooyoung menatap Sehun geram mendengar namanya dipanggil seperti itu olehnya. “Hei aku kakak kelasmu, lebih tua juga daripada kau” Sehun hanya mendengus seolah tak peduli. Ia tetap saja menarik tangan Sooyoung hingga memasuki ruangan yang Sooyoung baca dipintunya bertuliskan ‘Request Room’.

“Annyeong hyung” Sehun menyalami seorang laki-laki dengan usianya tak jauh darinya yang duduk disalah satu kursi. Orang yang dipanggil ‘hyung’ itu menyahut. Ia berdiri mendekat ke Sehun, diikuti juga sang sepupu yang menguntit dibelakangnya. “Tepat sekali kau datang saat ini. Tempatku hanya tersisa satu ruang” Sehun mendesah lega. Hari ini memang gilirannya untuk memesan tempat tongkrongan untuk para geng nya yang sering dilakukan setiap seminggu sekali.

“Persiapkan baik-baik hyung, dan jangan lupa – minuman” Seakan mengerti, pria tersebut mengangguk pasti seraya tertawa lebar. “Tadi Minah dan kawan-kawan mengatakan padaku jika ingin bergabung dengan geng mu nanti malam” Sehun meringis singkat. “Jangan perbolehkan. Mereka hanya sekumpulan gadis centil, sama sekali tak enak diajak bergabung” Sooyoung merasa diacuhkan saat ini. Sama sekali ia tak tahu apa yang diomongkan mereka berdua.

“Tapi mereka cantik-cantik bukan?” Sehun kembali memutar otak dan mulai berubah pikiran. “Oke, baiklah. Setidaknya untuk cuci mata” Sooyoung melototkan matanya. Oh Sehun tidak hanya brengsek tapi juga bajingan ternyata.

“Apa? Kau membolehkan Minah mendekatimu sedangkan kau menolakku mentah-mentah?” Mereka bertiga saling berpandangan mendengar teriakan sepupu Yunho – pria yang sedari tadi berbicara dengan Sehun. “Yak, Jung Naeun! Apa-apaan kau berteriak disini” Gertakan keras meluncur dari bibir Yunho. Gadis itu masih menatap marah pada Sehun. “Kurang cantik apa aku huh?” Sehun menggelengkan kepalanya malas, memilih menatap objek lain daripada harus menatap wajah marah Naeun. “Jawab Sehun! Kurang cantik apa aku?”

Yunho yang berdiri disamping Naeun juga merasa kesal dengan sifat keras kepala sepupunya. Ia cukup tahu apa yang dirasakan Sehun. Laki-laki akan marah jika terus-terusan dituntut seperti itu. Sehun tipe orang yang hampir sama dengannya. Lebih suka mengejar perempuan daripada dikejar perempuan. Tatapan wajah Yunho kini tertuju pada gadis disamping Sehun. Bodohnya, sedari tadi ia terus saja berbincang dengan Sehun tanpa menyapa perempuan yang dibawanya.

“Pacar barumu lagi huh?” Pria tersebut tersenyum masam kearah Sehun. Sehun mengangguk dan merangkulkan tangannya ke pinggang Sooyoung, merapatkan jarak diantara mereka. Sooyoung semakin terkejut terlebih ketika melihat sepupu pria tersebut yang seolah akan memangsanya.

“Tidak mungkin dia pacarmu. Aku tahu ini trikmu agar aku tak mengincarmu lagi ‘kan?” Dalam hati Sooyoung berteriak membenarkan apa yang diucapkan gadis tersebut namun ia tak bisa menjelaskan hal yang sebenarnya sekarang. Oh Sehun seolah mengunci pergerakan tubuhnya ataupun mulutnya. Semuanya dalam kendali Sehun sekarang ini. “Sepupumu ini sepertinya belum bisa menerima kenyataan, Yunho hyung” Sehun tersenyum kecut tanpa memperhatikan gadis yang melotot tajam padanya.

“Sudahlah, kau bisa cari laki-laki lain Naeun-ah” Meski sudah dibujuk gadis itu masih saja tak terima. Dengan bersedekap tangan ia mendekati Sehun dan Sooyoung. “Tunjukkan sesuatu agar aku mempercayai kata-katamu” Senyuman licik nampak tersirat diwajahnya.

“Kau mungkin tak percaya ucapanku, tapi kau harus percaya ini,-“ Sehun menarik dagu Sooyoung, mengarahkan bibirnya untuk menyentuh bibir perempuan cantik didepannya. Yunho dan Naeun menatap keduanya dengan keterkejutan penuh. Sooyoung melirikkan matanya disela bibir Sehun yang terus mengulumnya. Ia melihat jelas wajah putus asa dari perempuan yang diketahuinya bernama Naeun tadi. Sooyoung tak tega, segera ia mendorong dada Sehun dan berhasil menghentikan ciuman mereka.

“Perlu bukti lain?” Sehun menatap remeh pada Naeun. Ia kemudian mulai beranjak dari ruangan. Meninggalkan ekspresi ketidak percayaan bagi Yunho dan Naeun.

“Apa maksudmu tadi? Kau sudah keterlaluan” Sooyoung berteriak keras didalam lift yang hanya ada mereka berdua. Sehun hanya diam tanpa ekspresi seolah kejadian tadi bukan kejadian yang penting baginya. “Sekarang kembalikan tas ku. Aku sudah menemanimu kesini dan sekarang giliranku mendapatkan tas ku kembali!” Sooyoung masih saja berteriak-teriak. Tanpa bicara Sehun justru memojokkan tubuhnya ke dinding baja lift. Menguncinya dengan kedua tangannya yang berada apa masing-masing sisi tubuh Sooyoung.

“Nanti malam datanglah kesini pukul tujuh. Aku akan memberikan tas mu pada saat itu” Sooyoung menganga lebar. Sungguh hari ini begitu sial baginya. Hanya masalah tas saja ia harus menuruti banyak sekali permintaan. “Tidak. Berikan tas ku sekarang juga!” Ia tetap bersikeras. Sehun semakin memajukan tubuhnya. Jarak wajah mereka kini sangat dekat. Sooyoung bergidik namun tetap ia tampakkan sisi keberaniannya. Jangan sampai luluh apalagi kecolongan seperti ciuman tadi. Oh Sehun laki-laki brengsek yang pernah ia temui.

“Datang kesini atau tidak sama sekali” Sehun mengendus ditelinga sebelah kiri Sooyoung membuatnya gemetar. Bulu roma Sooyoung seakan menari-nari mendapat hembusan nafas Sehun. Sooyoung bersyukur ketika pintu lift mulai terbuka. Kuat-kuat ia mendorong tubuh Sehun dan keluar dari lift. “Ambil saja tas itu. Aku tidak membutuhkannya lagi” Ia berkata tegas dan meninggalkan Sehun yang berjalan mengekorinya.

Sooyoung nampak akan menghentikan taksi jika saja Sehun tak menarik tangannya lagi. Ia membawanya menuju parkiran tempat motornya berada. “Apa lagi huh?” Emosi menguasai Sooyoung saat ini. “Kau sungguh tak membutuhkan tas mu? Padahal setelah aku mengeceknya, tas mu berisi banyak sekali barang berharga” Sooyoung tak peduli dengan apa yang dikatakan Sehun. Ia hanya berdiri tanpa melirik Sehun.

“Didalam tas mu ada buku pelajaran, kotak pensil, agenda, dompet, headset, handphone, dan juga,-“ Sehun menggantungkan ucapannya dan itu berhasil membuat Sooyoung menoleh padanya. Menatapnya ingin tahu. “,-pembalut” Rona merah mendadak muncul pada kedua pipi Sooyoung dan menyebar hingga telinganya. Sungguh ia malu saat ini dan memilih memalingkan tatapnnya dari Sehun.

“Kau tahu merk pembalutmu sama dengan yang dipakai ibuku” Sooyoung semakin malu saat ini hingga ia tak tahu harus bersikap bagaimana. “Haha, kau manis jika sedang malu” Sehun menarik kembali lengan Sooyoung dan secara reflek Sooyoung melepasnya. “Jangan bicara apapun padaku. Aku sangat membencimu” Sooyoung berteriak dengan sisa-sisa rona kemerahan disebagian wajahnya. Sehun tersenyum lembut dan menghampiri perempuan yang bahkan tak mau menatap wajahnya sejak tadi.

“Kau masih marah padaku karena menciummu?” Sooyoung melirik Sehun sekilas. “Menurutmu karena apa?” Nada suaranya melembut. Kembali Sehun tersenyum dan membalikkan tubuh Sooyoung menjadi menghadapnya. “Jadi benar karena itu? Cihh, tak kuduga. Bahkan aku sudah pernah memegang breast,-“ Sehun menyadari kesalahan pada ucapannya. Ia melirik takut kearah Sooyoung. Sial, Sooyoung kini terlanjur menatapnya nyalang.

“Kau memegang breast-ku?”

TBC

Gatau kalian yang baca bakal dapet feel atau engga. Aku sendiri juga bingung dan menurutku ini failed banget. 😀

Kemarin banyak yang komen di previewnya, berharap aja banyak juga yang komen di part 1 nya. Ini udah aku buat panjang, jadi semoga responnya juga agak banyak *poor

Okedeh, RCL aja ya ^^

 

 

Iklan

40 thoughts on “Between You, Me, and He [Part 1]

  1. oh ya ampun sekai yadong banget sih, duh yg usaha duluan kai yg dapet bibir sooyoung duluan sehun beruntung bgt deh sehun

  2. wuih kai sama sehun yadong..
    Ngmongnya asal ceplos
    wkwk
    pdahal cuma gra gra tas tpi soo di bkin pusing..
    Next bnyakin sookai moment ya?
    😀 #Jiwa shipper

  3. Ampun deh duopervert ini. Gak tau kenapa aku dapet feel lucu/kocak untuk ff ini. Masih ada typo thor.
    Aku tunggu kelanjutannya,dan semoga gak lama2.
    Fighting!!!!

  4. lanjuttt, tapi sekali kali buat sooyoung sama kai lah. dari semua ff yang pernah dibaca, yang dapet sehub terus, kan kasian kai nya hehe

  5. Kasian soo eon cuma tas doang sampe kayak gitu.. Tapi kalo aku sih mau mau aja :v susah loh dpt ciuman dari sehun ama kai..
    Ditunggu next partnya._. Jangan terlalu lama, penasaran bgt sama ceritanya

  6. Hahaha… Dasar duo maknae mesum!
    Kai pinginnya liat celana rangkap soo eonni kalau gk cium soo eonni, eh yang dapat malah sehun yang cium soo eonni-__-
    Sehun mulutnya gk di jaga sih, jd ketauan deh pernah megang breast soo eonni
    Next di tunggu…

  7. Aduh.. aduh ada dua cowok berbahaya ngedeketin Sooyoung.
    Sehun parah banget, masa main cium aja .. Penasaran Sooyoung dateng g ya ngambil tasnya?
    Semangat buat nulis lanjutanya, semoga cepet dapet inspirasi dan menghibur kami para pembaca.

    Chayooo!

  8. hahahahaha gag tau kenapa baca dari awal dari akhir bawaannya pengen ketawa . mungkin lucu sama karakternya soo , kai , sehun atau sayanya yg yadong

  9. hahahhaha jinja. sama sama yadongnya itu cowo berdua. gila yee.
    kasian si soo kena kelakuan absurb mereka. next ditunggu

  10. Ping-balik: Between You, Me, and He [Part 2] | Choi Sooyoung's Fan

  11. Huaaa aku gak tau kalau udah ada chapter 1 bahkan udah 2. Kelamaan hiatus gini nih

    Gatau deh ya, mereka Soo sama Sehun sukses bikin aku gigit jari. Ngeliatnya greget banget. Tapi oh yeah, meskipun Sehun rada brengsek disini :v

  12. kyaa~ keren chingu!! aku suka ff yang ceritanya kaya gini enak aja bacanya walaupun castnya bukan pairing yang aku suka tapi ini keren banget udah gitu seru, buat penasaran sama lanjutannya :3 hehe gomawoyo chingu ffnya, ffnya jjang!! daebak!! ^^

  13. Waawawawaaaa soohun feels egila aja baru sekali ketemu itu maknae dua udah kepincut sama pesona sooyoungie..

    Dan wtf yuri nongolnya secuil tapi sukses bikin ngakak.

    Gw lanjut baca part 2 ya! Capcus!
    #suportersoohun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s