You Have Someone? -5-

You Have Someone? | @dinaalifa | Chang – Soo – Kyu |

Romance, Sad | PG – 17 | Series Part 5

Maaf lama update, berharap masih pada inget sama alur ceritanya. Kalo ngga bisa baca part sebelumnya di link yg aku sisipin. Wkwk :v

Sorry for the typos, or the weird story

Part 1 | Part 2 | Part 3| Part 4

***

Ketika tekat menjadi sebuah dilema

Manakah yang akan dipilih?

Dalam kesunyian malam, ditengah temaramnya lampu kuning yang senantiasa menjadi penerang sekaligus hiasan kamar, Changmin mulai mendesah. Menggeram tertahan seraya mengepalkan kedua tangannya. Mimiknya serius dan garang. Kegelapan masa lalu seakan menghantuinya lagi, bahkan hanya dengan panggilan singkat ayahnya.

“Baiklah, aku akan berkunjung besok,-“ Itulah sederet kalimat terakhir yang ia lontarkan sebelum mengakhiri panggilan. Lagi Changmin mendesah. Pikirannya seakan kacau setelah mendengar satu nama perempuan yang ayahnya sebutkan pada pembicaraan tadi. Tadi siang mati-matian Changmin menerangkan teori revolusinya pada Sooyoung, siapa yang tahu kini justru ia kembali terpuruk seperti masa itu.

“Ternyata aku masih belum bisa terlepas sepenuhnya darinya”

***

Pagi-pagi sekali ketika Sooyoung membuka matanya. Sedikit mengerjap sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat tidurnya. Sepi. Itulah keadaan rumahnya sekarang. Sooyoung mengintip kamar Kyuhyun dari celah pintunya yang terbuka. Bahkan jam masih menunjukkan pukul lima pagi dan Kyuhyun sudah tidak ada.

Sooyoung menekan dadanya kuat berusaha meredakan rasa sesak yang tiba-tiba saja muncul. Kenapa aku masih saja seperti ini, bukankah sudah sering sekali aku merasa sesak seperti ini. Ia merutuk sendiri selama junjungan langkahnya menuju kamar mandi.

Mandi di pagi hari memang ajaib. Meski sudah sekuat hati Sooyoung melupakannya, berkat air segar semuanya kembali terkuak dan justru berputar-putar dalam otak Sooyoung. Percikan air dari shower yang turun ke kepalanya seakan menjadi percikan sel-sel otak yang kemudian bersatu dan membentuk sebuah momentum. Sooyoung dapat mengingatnya dengan sempurna dan kini ia mulai menyadari apa penyebab kepergian Kyuhyun.

“Wajar saja, kami berdua sudah berpisah, tadi malam tepatnya” Sooyoung bergumam seakan memperjelas apa yang tengah disusun otaknya. Ia meringis pilu menatap pias wajahnya didepan cermin.

Wajahnya sudah tidak cantik lagi bagi Kyuhyun. Rambutnya sudah tidak mempesona lagi bagi Kyuhyun. Tubuhnya sudah tidak seindah apa yang Kyuhyun idamkan. Sooyoung meraba seluruh permukaan tubuhnya berurutan. Kini tangannya berhenti pada perpotongan tubuh bagian tengahnya, sekat antara dada dan perut bawahnya. Rahimnya. Sooyoung mendadak menangis seraya mengusapi rahimnya sendiri.

“Apakah rahim ini akan kosong selamanya? Apakah perut ini akan selalu rata dan tak pernah terisi?” Tangisnya semakin menjadi. Hingga matanya sembab, hingga nafasnya hampir habis, dan hingga ia sesenggukan, Sooyoung mulai beranjak dan menyelimuti tubuhnya menggunakan handuk.

Sooyoung menatap seluruh ruangan beserta dekorasi rumahnya. Pikirannya kembali terngiang akan kisah manisnya dahulu bersama Kyuhyun. Betapa Kyuhyun mengasihinya, betapa akurnya mereka berdua sebelum semuanya berubah kacau seperti sekarang. Sooyoung tak pernah menepis siapa pihak yang bersalah. Dirinya yang tidak sempurna, Kyuhyun yang berkehendak pergi, atau justru perempuan bernama Victoria itu yang sengaja mengacau hubungan mereka. Sooyoung memaksakan senyumnya, setidaknya seluruh sudut rumah ini dapat menjadi saksi jika ia pernah mengukir masa-masa indah bersama Kyuhyun.

Dimulai dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar-kamar, dapur, bahkan kamar mandi. Semuanya sudah Sooyoung bersihkan. Sebelum semuanya benar-benar berakhir, Sooyoung ingin mengentaskan terlebih dahulu pekerjaan rumahnya sebagai seorang istri. Dan kini Sooyoung mulai menjalankan pekerjaan terakhirnya. Memasak. Seluruh kepiawaiannya ia keluarkan hanya demi memasak sebuah resep sederhana teruntuk Kyuhyun. Hari semakin siang dan Sooyoung berharap Kyuhyun akan pulang di jam itu. Jika tidak, Sooyoung hanya akan meninggalkannya. Paling tidak sebagai bukti yang perlu Kyuhyun ketahui. Jika ia masih sangat mencintai sosok suaminya.

***

Kulit wajahnya kusam dan kotor. Kyuhyun merasa frustasi akan keadaannya saat ini. Sejak kemarin ia belum mandi dan dapat dibayangkan bagaimana aroma tubuhnya kini. Kyuhyun menghela nafas sejenak. Hanya didalam mobilnya ia bermalam dengan harapan mampu menjernihkan pikirannya kembali. Pikirannya kini terbawa kembali pada kenangan malam kemarin. Masih terekam jelas suara letusan kembang api terakhir bersamaan juga dengan menetesnya air mata Sooyoung.

Benarkah ia tega melakukan semua ini kepada Sooyoung? Benarkah ia sudah benar-benar lupa pada sosok istri yang selalu didambanya? Siapkah ia berpisah dengan Sooyoung, menjalani hidup mereka masing-masing, dan saling menjauhkan diri satu sama lain?

Kyuhyun mengacak asal rambut hitam kelamnya. Sesaat kemudian ia lebih memilih merundukkan kepalanya pada stir mobil, sempat beberapa kali ia memukulkan kepalanya. Bahkan kini ia tak berani pulang, pergi pun ia tak tahu harus kemana. Jadilah kini ia menganggur tanpa tujuan pasti.

Kyuhyun mendapati handphone nya yang bergetar. Sebuah pesan singkat dari Victoria telah ia baca. Setelahnya Kyuhyun cepat-cepat membanting stir melajukan mobilnya secepat mungkin menuju rumahnya.

“Saat seperti ini kenapa juga Victoria harus datang kerumah. Hah, jeongmal,-“ Kyuhyun berdecak marah sepanjang perjalanan mobilnya. Tak sampai lima belas menit hingga ia sampai pada kompleks perumahannya. Kyuhyun turun dari mobilnya dan langkahnya semakin terburu memasuki rumah.

“Sayangku, akhirnya kau datang juga” Kyuhyun menerima ciuman singkat Victoria dikedua pipinya dengan pandangan mata yang menatap penuh Sooyoung. Perempuan itu berdiri tegap tak jauh dari tubuh Kyuhyun. Mereka berdua saling beradu tatapan hingga suara Victoria yang memecah kontak mata tersebut. “Kau berjanji akan mengajakku jalan-jalan hari ini. Tidak bermaksud melupakannya ‘kan?” Victoria menatap genit Kyuhyun. Rangkulan tangannya pada lengan Kyuhyun semakin mengerat seolah memanasi Sooyoung yang bahkan belum beranjak dari tempatnya.

Cairan kristal itu telah menggumpal dipelupuk mata. Jika Sooyoung berkedip satu kali bisa dipastikan seluruh cairan yang sedari tadi ditahannya itu akan turun sederas aliran sungai. Rasanya perih. Menyaksikan belahan jiwamu yang bermesraan dengan perempuan lain, Sooyoung merasa hatinya seakan terkoyak oleh jarum. Perlahan tapi begitu tajam dan menyakitkan. Tak ingin menambah masalah sendiri untuk perasaannya, Sooyoung memilih menjauh. Meski degupan rasa perih dan sesak itu selalu ada.

“Tidak untuk hari ini Vict. Pikiranku kacau dan aku masih perlu menyelesaikan masalahku dengannya” Victoria menekuk wajahnya mendengar sebutan ‘nya’ dari Kyuhyun. Tanpa bertanya ia tahu pasti siapa yang dimaksud Kyuhyun. “Bukankah tadi malam kusuruh kau mengakhiri hubungan dengannya, masalah apa lagi yang kau maksud?” Pikiran Kyuhyun yang sudah kacau semakin bertambah mendengar pekikansuara dari Victoria. Ia malas harus berulang kali menjelaskan permasalahan yang sama dengan orang yang sama pula.

“Dengar Vict, hubunganku dan Sooyoung tidaklah seperti hubungan pertemanan ataupun pasangan kekasih. Kami berumah tangga. Oke, kau pasti tahu sendiri bagaimana rumitnya mengurus perceraian. Tidak hanya dengan ucapan maka semuanya selesai, aku juga perlu surat-surat untuk meresmikan perceraianku dengannya”

Pernyataan Kyuhyun barusan memiliki arti yang berbeda bagi dua perempuan yang mendengarnya langsung. Victoria, ia senang bukan main mendengar ketegasan pada ucapan Kyuhyun. Seolah lelaki tersebut bersungguh-sungguh meninggalkan istrinya dan itu berarti jika Kyuhyun telah memilih Victoria. Sedang bagi Sooyoung pernyataan yang diucapkan Kyuhyun beberapa menit lalu membuatnya semakin meradang. Membuat rasa sesaknya bertambah berlipat ganda, membuat hatinya semakin menciut bahkan mampu melenyapkan seluruh kepercayaan dirinya.

Sooyoung baru saja memegang gagang pintu kamarnya sebelum sebuah tangan menahannya. Sooyoung melirik tangan Kyuhyun yang seolah menjadi benda konduksi yang mampu menghantarkan sengatan untuknya. “Mari kita bicara,-“ Tak ada kesan manis pada penuturannya. Sooyoung melepas genggaman tangan Kyuhyun dan berjalan mundur sedikit menjauhinya. Rasa ingin memiliki itu selalu muncul tiap kali Kyuhyun berada didekatnya. Kini ia sudah tak berhak lagi dan memilih menghindar.

“Tidak perlu. Penjelasanmu tadi malam sudah cukup membuatku mengerti. Aku bukan lagi menjadi prioritasmu. Aku sudah layu, jadi selayaknya pula kau pergi meninggalkanku” Senyum kepahitan itu terukir pada sudut bibir wanita berumur 24 tahun tersebut. Tangannya terangkat, menangkup dan meraba permukaan wajah lelaki didepannya. Senyumnya sedikit lebih tulus saat ini.

“Mungkin aku akan sangat merindukan wajah ini suatu hari ini. Untuk saat ini biarkan aku menyentuhmu seperti ini, setidaknya agar kedua tangan ini merasakan bagaimana lembut kulit wajah suaminya” Tangis kesedihan itu pecah seketika. Seluruh tubuh Sooyoung bergetar hebat. Perpisahan ternyata akan sesakit ini. Kyuhyun didepannya hanya terdiam bisu. Ingin sekali ia merengkuh tubuh ringkih Sooyoung namun kedua tangannya terasa berat. Kaku. Jauh dilubuk hatinya ada secercah kesedihan yang begitu mengelayuti hatinya saat ini.

“Baik-baiklah kau dengannya. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Maaf aku belum bisa menjadi istri yang sempurna, yang selalu patuh padamu” Sooyoung memegang pundak Kyuhyun sebagai sandaran tubuhnya yang rasanya seperti akan roboh. Ia lebih memilih menunduk. Terlalu malu untuk menampakkan wajah sembabnya didepan Kyuhyun. “Aku juga minta maaf, aku bukan suami yang baik” Tak ada jawaban atas pernyataan Kyuhyun barusan. Mereka berdua sama-sama diam untuk beberapa saat setelahnya.

“Kyuhyun-ah,-“ Merasa terpanggil Kyuhyun segera menatap perempuan didepannya yang sudah sembab. Ia mendekatkan tubuhnya lebih dekat pada Sooyoung dan menggenggam kedua tangannya. “-apa kau masih berharap memiliki seorang anak?” Kyuhyun membisu. Tak ada jawaban yang ia ucapkan bahkan memilih ‘ya’ atau ‘tidak’ pun ia ragu. “Sebenarnya,-“ Ada jeda pada jawabannya dan kembali diam.

“Alasanmu menceraikanku bukan karena aku yang tak kunjung hamil ‘kan? Aku tahu jika kau sudah bosan denganku. Tidak perlu malu, katakan saja dengan jujur. Aku akan berusaha memahaminya” Pernyataan Sooyoung semakin membuatnya bisu. Tak bisa disangkal, apa yang dikatakannya memang benar. Kyuhyun menatap mata sayu yang sarat kepedihan itu. Hatinya bergejolak dan perasaan sayang itu kembali muncul. Dielusnya surai kecoklatan milik Sooyoung. Tanpa disengaja Kyuhyun telah meneteskan titik airnya. “Ini semua karena aku yang tak becus menentukan hati” Katanya kemudian.

“Setelah perpisahan ini, setelah surat perceraian berhasil diresmikan, kumohon jangan lupakan aku. Kenanglah diriku meski hanya sebagai ingatan kecil. Waktu kebersamaan kita memang pendek, tapi dengan waktu yang singkat itu aku berharap kau mau mengingatnya dengan baik. Ingat aku, sebagai mantan istrimu” Mereka berdua sama-sama menangis. Saling menorehkan kenangan terakhir pada perpisahan mereka hari ini.

“Cho Kyuhyun aku mencintaimu” Sooyoung buru-buru masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Tubuhnya merosot kebawah. Tangisannya semakin pecah dan meraung-raung. Kepedihan hatinya semakin lengkap. Semuanya benar-benar berakhir. Saat inilah pertemuannya dengan Kyuhyun yang terakhir.

“Disini, rasanya sakit sekali” Sooyoung menepuk-nepuk dada sebelah kirinya. Air mata masih terus membanjiri wajahya. Hingga sembab, hingga kantung matanya membesar, air mata itu masih juga turun. Seakan mengartikan titik terlemah pada Sooyoung.

***

Dua koper besar sudah cukup mengepak seluruh barang-barang Sooyoung didalam rumah ini. Ia telah memutuskan untuk pindah, mengontrak rumah ataupun menyewa partemen. Apa saja yang penting ia bisa keluar dari rumah ini. Dengan mengambil nafas panjang Sooyoung melangkah keluar kamar. Ia begitu terkejut dengan sosok Kyuhyun yang hingga kini masih berdiri didepannya.

Keberadaan dua koper besar yang dibawa Sooyoung membuat Kyuhyun terkejut. Buru-buru ia melangkah maju mendekati tubuh perempuan itu sebelum benar-benar pergi meninggalkannya. “Kau bisa tinggal disini dulu sebelum mendapatkan hunian baru” Nada suaranya begitu pelan. Kyuhyun semakin terenyuh menatap perempuan didepannya.

“Bukankah akan lebih baik jika aku cepat pergi? Cho Kyuhyun, aku tahu kau sangat ingin membawa Victoria kesini tapi kau merasa tidak enak dengan keberadaanku. Aku tidak akan menjadi penengah diantara kalian lagi, aku akan mundur” Mati-matian Sooyoung mengontrol suara seraknya agar terkesan ceria. Ia tersenyum semanis mungkin meski semua itu dusta. Ia ingin melihat senyum manis Kyuhyun yang terakhir kali, bukan tangis kesedihan seperti tadi.

“Ehm, Kyu, maukah kau memelukku? Aku janji ini yang terakhir,-“ Sooyoung merasa tubuhnya yang ditarik kuat oleh Kyuhyun. Lelaki itu benar-benar memeluknya, mengabulkan permintaan terakhirnya. Sooyoung semakin terkejut tatkala Kyuhyun menarik kepalanya dan menyatukan bibir mereka. Manis, rasanya seperti ciuman pertama mereka seperti saat pemberkatan pernikahan di altar. Sooyoung kembali mengingatnya. Saat Kyuhyun yang begitu tegas mengucapkan janji sucinya didepan pendeta. Saat Kyuhyun menggendongnya ketika resepsi pernikahan. Semua kejadian manis itu kini harus berakhir pada hari ini. Membuat Sooyoung kembali meneteskan tangisnya.

“Ini ciuman terakhir kita. Ingatlah baik-baik” Kyuhyun berpesan dengan wajah yang mulai memerah. Sooyoung mengangguk dan tersenyum. “Rasanya manis seperti biasanya” Dan senyuman dari masing-masing bibir mereka menandakan akhir kebersamaan mereka. Tidak ada lagi Cho Sooyoung. Semuanya kembali pada marga masing-masing, pada kehidupan masing-masing. Tali yang mereka ikat sudah putus.

***

Ruangan berdekorasi serba putih itu semakin hening. Penghuninya saling diam dan memilih menunggu hingga tamunya datang. Changmin menengokkan kepalanya kekanan-kiri. Ia mulai gerah, sedari tadi jantungnya berpacu cepat. Menunggu kedatangan seseorang ternyata menjadi adrenalin baginya.

“Mereka menjanjikanakan datang jam berapa?” Ia memecah kesunyian dengan suaranya yang sedikit membentak. Ayahnya menatapnya galak dan balas berteriak. “Apa kau tak bisa bersabar sedikit saja?” Setelahnya Changmin memilih membekap mulutnya hingga tamu yang disebut-sebut ayahnya datang.

“Selamat datang keluarga Seo” Sapaan hangat dilontarkan ayah Changmin ketika satu gerombolan keluarga yang disebut-sebut sebagai tamu istimewanya masuk kedalam rumah. Mata Changmin mulai liar mencari keberadaan seseorang yang pernah ditunggunya. “Bagaimana keadaanmu dan sekeluarga?” Buru-buru keluarga Changmin berbasa-basi pada keluarga Seo yang duduk didekatnya. Masing-masing keluarga mereka saling berbaur dan banyak mengobrol.

Mata Changmin masih tak bisa lepas dari sosok perempuan yang duduk didepannya. Hanya kontak mata yang mereka lakukan namun itu berhasil membuat mereka berdua terhanyut. Changmin sadar, wajah perempuan itu masih juga sama. Lugu dan alami. Sosok yang sama yang berhasil Changmin temukan pada diri Sooyoung.

“Changmin-ah, bukankah kau kenal dengan Seohyun? Kenapa sekarang kau malu-malu sekali?” Changmin merutuk pada ucapan ibunya. Ia hanya mampu tersenyum keki dan tak bisa membalasnya dalam bentuk kalimat. “Bagaimana jika kalian mengobrol sendiri di taman, agar kalian tidak sekaku ini” Usulan dari ayah Seohyun membuat Changmin ternganga dan sialnya lagi seluruh keluarga mereka menyetujui usulan tersebut.

“Lama tak berjumpa, Changmin-ssi” Seohyun tersenyum lembut kearahnya. Changmin membalasnya kaku. “Bagaimana keadaanmu disini?” Mereka berdua kini tengah duduk berhimpitan di pinggiran kolam ikan taman rumah Changmin. “Baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” Changmin tak tahu pasti apa yang tengah dirasakan hatinya sekarang. Lima tahun Seohyun pergi meninggalkannya. Harusnya ia senang Seohyun datang kembali. Bukankah dia perempuan yang Changmin taksir, bahkan perempuan pertama yang menjadi objek lukisan Changmin.

“Bertambah baik setelah aku bertemu kembali denganmu” Seohyun menatap Changmin dengan wajah penuh senyumannya. Changmin bimbang. Apakah ia senang Seohyun datang padanya sekarang? Bukankah kemarin-kemarin ia bertekad untuk mengakhiri penantiannya untuk Seohyun.

“Aku senang sekali akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu. Namamu adalah penyemangatku ketika menyelesaikan study-ku diluar negeri” Seohyun kembali menampakkan wajah riangnya. Ia menggeser sedikit posisi duduknya lebih dekat dengan Changmin. “Aku selalu mengingat caramu menembakku saat masa sekolah dulu. Kau juga pernah melukisku, aku merasa bangga akan itu” Changmin menengok pada Seohyun yang kini bersender pada pundaknya. Sungguh diluar perkiraannya Seohyun yang sekarang menjadi lebih berbeda dari yang dulu dalam hal berperilaku.

“Changmin, kau mendengarku?” Mendadak Seohyun mendekatkan wajahnya pada Changmin. “Tentu saja aku mendengarmu” Cepat-cepat Changmin membuat jarak diantara wajah mereka. Ia tak ingin sesuatu terjadi disaat hatinya dilanda ketidak tentuan. “Aku pernah memintamu menungguku bukan?” Inilah pertanyaan yang paling tidak ingin Changmin dengar. Apa yang harus ia jawab sekarang ini. Kemunculan Seohyun yang sedikit tidak tepat membuatnya bimbang.

“Jika aku memintamu menjadi kekasihku, apa jawabanmu?”

Changmin memelototkan kedua bola matanya. Pikirannya bertambah kacau sekarang ini. Harusnya ia senang akan kedatangan Seohyun. Harusnya pula ia menerima ajakan kencan dari Seohyun. Bukankah saat-saat seperti yang diinginkan Changmin, kenapa sekarang justru ia sulit untuk mengeluarkan jawaban. Apakah ia masih menyimpan perasaan untuk Seohyun? Jika iya mengapa juga ia mendekati Sooyoung akhir-akhir ini. Sebenarnya siapa perempuan yang lebih disukainya dan apa yang dapat Changmin lakukan untuk perempuan pilihannya tersebut.

Changmin menghela nafasnya panjang sebelum menatap manik mata Seohyun. Perempuan itu menunggu dengan sabar akan jawabannya. “Kenapa kau menjadi ragu sekarang? Bukankah dulu kau ingin sekali menjadikanku yeojachingumu. Aku sudah memberimu kesempatan emas, jika kau pintar maka kau tak akan menyia-nyiakanya” Keraguan semakin menggelayuti pikiran Changmin. Benar juga, ini kesempatan emas. Lantas, apakah ia harus menerimanya sekarang juga?

Berikan jawabanmu dikolom komentar yah teman-teman 😛

Maaf masih dikit banget. Sebenarnya ini buat nunjukin aja kalo aku masih ada usaha buat ngelanjutin ff ababil satu ini. Jadi tolong komentarnya ya, like juga kalo pada mau. Keke 😀

Maaf part ini jauh banget dari harapan kalian, aku tahu ini gagal total. Mau dibuat sedih tapi kesannya malah alay. Huhu -_-

Maaf juga, waktu aku ngepost mouse komputer aku lagu rusak jadi misalkan ada kalimat atau kata yang ketuker tuker aku minta toleransinya yah *ceileh

Okedeh, pai pai :*

Iklan

40 thoughts on “You Have Someone? -5-

  1. Kyuyoung ??
    Gw mhon jgn jdi cerai..
    😦
    sedihh bgt pas mreka mw pisah gtt..
    Dn changmin?ngikutan kyu yg gk bisa nentuin perasaannya nie..
    Kalo seo ma changmin..kyu ma vic??
    Lah soo ma sape??
    Argghhh pokonya nie ff bkin galon
    😦
    thanks thor masih ngelanjutin nie ff..mga next nya cepet post ya..
    Keep writing !!
    Fighting :*

  2. Sebelumnya aku minta maaf dama authornya, klo aku itu siders ..
    Tapi kali ini aku dah tobat kok .. buktinya aku koment ..
    Demi apapun, kyuyoung gak blh cerai …
    Klo diteliti lebih jauh lagi, ceritanya hampir mirip sama masalah yg terjadi di keluarga om aku..
    Intinya, kyuyoung gak blh cerai .. sekali lg maaf ya thor ..

  3. Ini ff changsoo ya thor? mkanya disini kyuyoung bercerai? ksian soo, changmin jua lagi sma seo jdi skrang gk ad yg ngehibur soo :’ next.. pokok nya pngen buat kyu nyesel disini :))

  4. Pendapatku agak beda, kyu udh keterlaluan nyakitin sooyoung. Jadi biar aja mereka pisah biar kyu ngerasain gmana hidup tanpa sooyoung-yang padahal sangat tulus mencintainya-.

  5. Duuuh kyu bikin emosi aja! Batu bener dia!
    Vict, musnahlah kauuu! Kekeke~
    kyu harus secepatnya nyesel dan ngerajuk minta balikan ke syo..
    Syo nya ngenes bgt.
    Dan, Changmin, yaudahlah sama seo aja.

  6. chingu aku terserah mau sooyoung sama siapa, yang penting sooyoung sama kyu atau changmin jangan yang lain, siwon juga gpp deh wkwk. udah jangan nambah lagi orangnya wkwk. ffnya juga pendek nih chingu, wkwk. dan jangan lama2 ya lanjutnya, aku tuh selalu nunggu ff ini tau. dan jangan lupa buat kyu nyesel!! gomawoyo chingu ffnya ^^ next jgn lama ya~

  7. yaampun ternyata udah dipublish dari lama, untung aku mampir ke wp ini bentar, demi sedihh bangettt aku sampe nangis;;u;; kyuyoung kenapa cerai elahhhh. ini kenapa lagi pas soo cerai sama si kyu, si changmin malah ketemu lagi sama seohyun–. okeoke makin penasaran nih aku tunggu chapter enam nya ya kak

  8. Knpa pendek bgt T_T
    Menurutku gpp kyuyoung cerai toh soo udh terlalu disakitin sma si epil, jdi biarin aja si epil itu nyesel dan terpuruk
    Aduh.. Changmin ngapain juga lagi ikut2an ga bisa nentuin pilihan..
    Ydh, kyu sma vic, changmin sma seo, sooyoung sma kris selesai kan, *sorry kebawa emosi*
    Next part’a dipanjangin lagi ya..

  9. Akhirnyaaa cerai jugaa , mampus lu kyuu silahkan menikmati kehidupan menyiksa dengan victoria hahahaha#evillaugh
    Yakin changmin lbh suka syoung dong, semoga syoung bsa menemukan yg lebih baik dan yg pasti gak kyk kyu nya … amiin
    Next jgn lama lama thor-.~

  10. Sebenernya 2 cwok ini sma2 sayang sma soo yaaa
    Cuma mreka blm bner2 sadar sberapa besar syng mreka ke soo dan masih sma2 bingung
    Huh sbenernya masih ngarepinnnn bgt kyuyoung . Kasian liat kyu disini
    Tpi inget dia selingkuh mulu jdi pngen changsoo
    Trserah author aja deh , sooyoung jgn dibuat sdih trus ya thor .
    Tambahin cast namja lgi 1 bila perlu , biar mkin ganas persaingan mreka hahha

  11. Jebaaaaaaaal ;A; aku gak tega liat perpisahan mereka ;A; sedih… Miris…. Jangan cerai deh, bikin kyu sadar ;A; aduh kenapa aku jadi labil padahal kemaren aku minta kyu dibuat nyesel, but…. Setelah ngeliat kayak begini aku jadi ikutan nyesek. Changmin jangan langsung nerima seo dulu ya. Biar makin panjang ff nya /?

  12. cukup sudah kyu menyakiti syoo.. bercerai adlh satu” jalan terbaik, syoo berhak memiliki lelaki yg mencintainya dgn tulus dan mnjadikannya stu”nya wanita dihtinya, bkn seseorang yg melukainya bhkan dgn cara mendua…
    syoo berhak bahagia thor ! beri dia kebahagiaan… bukan dengan kyuhyun (mantan) suami brengseknya, bukan juga changmin… terserah siapapun itu… SYOO harus bahagia, dan KYU hrus meraskan sakit luar biasa dan penyesalan sampai mati… kyu harus merasakan itu !

  13. Min gak papa sama seo tapi tetep perhatiin syoo dan kenalin syoo ke seo biar mereka temenan. Kyu biarin ngegalau dulu sampe sampe nyuekin vict dan biar kyu sadar seberapa pentingnya syoo bagi dia. Oh iya, liatin masakan syoo ke kyu ya. Biar kyu makan sambil nangis bombay gitu 😀

  14. iya biar kyu nyesal disini…biar nnt vic itu ninggalin dia terus mau lgi ama soo tp soonya udah ama changmin
    ahh…jadi marah sendiri bacanya..kalo bisa juga yg pnjangya next nya…
    lgi seru2 bacanya jdi abis karna pndek

  15. Sedihh bgtt, bacanyaa sampai” ngeluarin air mata ;'( ;'(, kapan lanjutt lagi min? Semogaa happy endingg dehh kyuyoubg jngn ceraiii

  16. Akhirnya fanfict yang aku tunggu-tunggu hadir lagi. Cerita di fanfict ini masih ingat banget sayangnya aku sempat lupa wp author apa (duh!) jadi lah akhirnya nyari di google dengan keyword sangat absurd ‘Sooyoung istri Kyuhyun Changmin Fotografer’ dan lebih absurd nya lagi ketemu hehehe, seneng banget! Entah kenapa dari awal aku pengennya Sooyoung berakhir dengan Changmin, habisnya Kyuhyun nyebelin dan jahat banget sih jadi sebel sama Kyu. Huh :(. Dina, author-nim untuk next chapter jangan lama-lama ya hehehe karena untuk saat ini, you have someone adalah salah satu reading list aku. Terima kasih sudah menulis cerita ini, semangat nulisnya ya! Oh iya, aku suka tata cara bahasanya baik dicerita ini ataupun Sehun-Sooyoung atau pun fanfict cerita sebelumnya hihihi, you really did a good job 😉 (kali ini wp-nya udah di bookmark kok, biar nggak lupa :p) maaf ya comment nya panjang banget thank you i’m the proud reader *kiss*

  17. 😭😭😭😭 lanjut thor,
    Maap baru koment di part ini,
    Cepetan diselesaiin ya☺ saking penasarannya smpek kbawa mimpi

  18. Ping-balik: You Have Someone – 6 | Choi Sooyoung's Fan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s