Obsessed With Idol 2/2

Obsessed With Idol | Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung | @dinaalifa

Genre: Romance | Rating: PG – 17

Length: Twoshot

Link: Part 1

Sorry for the typo, or the weird story

Sooyoung baru saja akan memejamkan matanya ketika tiba-tiba ponsel miliknya bergetar. Tanpa rasa ingin tahu ia tetap membiarkannya. Mungkin hanya pesan operator. Kembali Sooyoung menyelendeh pada kursi mobil van yang sekarang masih ditumpanginya bersama empat membernya yang lain. Cukup lama ponselnya masih tetap bergetar. Sooyoung mengacak rambutnya kasar sebelum akhirnya menyambar ponsel hitam miliknya.

“Ya. Ini siapa?” Ia menjawab asal tanpa melihat nomor kontaknya terlebih dahulu. Tanpa ada jawaban Sooyoung justru mendengar suara kekehan dari kejauhan sana. Ia melotot dan mulai mengecek nomor yang kini sedang meneleponya. Nomor tak dikenal. Sudah bisa dipastikan jika ini si presdir sialan, Cho Kyuhyun.

“Aku tahu ini kau jadi cepat katakan apa maumu” Ia berbicara ketus. Sempat membuat beberapa membernya yang masih tersadar meliriknya dan memasang tampang penuh tanya didepannya.

“Apa? Sekarang juga? Aku tidak mau!” Sooyoung semakin meninggikan suaranya. Membernya juga semakin menatapnya dalam. “Jangan berteriak Choi Sooyoung! Kau ingin menulikan kami semua?” Sooyoung hanya mengangguk tak jelas mendengar gertakan Sunny.

“Lima menit lagi aku sampai di gedung dorm-mu. Aku tak mau tahu, kau harus ada disana nanti” Sooyoung baru membuka mulutnya ketika mendengar suara sambungan yang ditutup sepihak. Ia menggeram kuat-kuat. Ia bukan lagi menghadapi presdir gila, lebih parah lagi, ia sedang menghadapi jelmaan setan yang berupa manusia.

Mobil yang mereka tumpangi kini tengah berada didepan gedung. Sooyoung memutarkan arah pandangannya, celingukan mencari keberadaan kalau-kalau Cho Kyuhyun memang datang. Ia terperangah, seorang pria melambai padanya dan Sooyoung yakin jika itu Kyuhyun. Dengan sedikit malas ia berlari kearahnya.

“Aku ada urusan sebentar, kalian masuklah lebih dulu” Ia berpesan pada salah satu membernya. “Jangan lama-lama, ini sudah pukul sepuluh malam” Tanpa menjawab Sooyoung terus berlari menghampiri keberadaan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum begitu cerah ketika Sooyoung sampai didepannya. Ia menarik tubuh Sooyoung dan memasukkannya kedalam mobil. Sebelum akhirnya ia pergi membawanya.

***

“Yah! Lancang sekali kau membawaku kesini” Sooyoung berteriak meronta ketika Kyuhyun mengajaknya masuk kedalam apartemen pribadinya. “Meskipun kau itu tampan, kaya, berkedudukan tinggi, tapi maaf saja ya itu tak akan bepengaruh padaku” Ia mulai mencibir dan kembali membuka pintu apartemen. Tidak bisa. Pintunya sudah terkunci, dan Sooyoung tak tahu berapa password apartemen Kyuhyun.

“Sudah puas mengocehnya? Sekarang kemari” Kyuhyun menggoyangkan jari telunjuknya. Menyuruh Sooyoung mendekat padanya. “Jangan berdiri disitu, duduklah disampingku” Sooyoung sedikit takut melihat seringai kecil dari Kyuhyun. Mereka berada di apartemen. Hanya berdua. Dan Kyuhyun mengunci pintunya. Tidak, Sooyoung menggelengkan kepalanya yang mulai berhalusinasi liar.

“Kau pikir apa yang akan kulakukan padamu? Memperkosamu?” Ya, aku memang sangat ingin memperkosamu, Sooyoung. Kyuhyun melanjutkannya dalam hati. Berulang kali ia melakukan meditasi. Berdekatan dengan Sooyoung membuat seluruh fungsi organnya tak teratur.

Sooyoung mulai duduk disebelah Kyuhyun. Hal pertama yang ia rasakan, nyaman. Tentu saja, Cho Kyuhyun tak mungkin membeli sofa ecek-ecek dengan kualitas pasaran. “Sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu denganmu” Sooyoung menatap Kyuhyun. Memangnya apa yang ingin lelaki itu tanyakan padanya?

“Apa statusmu sekarang ini?”

“Kau punya seseorang yang kau suka?”

“Siapa artis yang bisa membuatmu terpesona?”

“Siapa laki-laki yang sedang dekat denganmu sekarang?”

Sooyoung bengong. Tak menanggapi pertanyaan Kyuhyun yang menurutnya begitu konyol dan sangat menjadi privasinya. “Apa-apaan kau ini, aku tak ingin menjawabnya!” Sooyoung bersikeras membungkam mulutnya. Cho Kyuhyun semakin mendekatkan tubuh padanya. Badan Sooyoung gemetar, ia berniat mundur tapi mendadak tangan Kyuhyun menahannya. Dengan pandangan mata yang begitu tajam, Sooyoung dapat merasakan kekesalan Kyuhyun. Memangnya apa yang ia lakukan? Menurutnya, respon Kyuhyun karena pertanyaannya benar-benar tidak rasional.

“Jawablah pertanyaanku” Kyuhyun kembali menuntutnya. Sooyoung tak terima, ia merasa diperas karena hal sepele yang ia lakukan. Ia mendorong kuat tubuh Kyuhyun. “Aku kesini hanya ingin melakukan kewajibanku selama masa penyembuhan kaki mu yang bahkan sepertinya tidak parah. Bukan untuk kau wawancara untuk hal macam ini. Atau jangan-jangan pekerjaanmu merambah menjadi reporter, ya?” Kyuhyun mendecih keras. Gadis pujaannya memang sangat keras kepala.

“Tinggal bicara saja apa susahnya? Tenang saja, aku tak akan pernah menjual jawabanmu nanti kepada para wartawan”

“Aku tetap tidak mau!”

Kyuhyun menghembuskan nafas panjangnya. Ia terdiam dan beberapa saat kemudian seringaian kembali muncul dari sudut bibirnya. “Sebagai gantinya kau harus menemaniku tidur malam ini” Sebelum ia mendengar penolakan dari Sooyoung buru-buru Kyuhyun membopong tubuhnya. Membawanya masuk kedalam kamar dan lagi-lagi mengunci pintunya rapat-rapat.

***

Kyuhyun POV

Tawaku mencuat didalam hati, dari tadi Sooyoung selalu mengoceh dan mulutnya maju kedepan. Sungguh manis sekali. Jika boleh ingin sekali aku mengutarakan tiap jengkal dari apa yang kurasakan. Tapi bila aku mengatakanna, kujamin Sooyoung pasti akan merasa ilfeel terlebih dahulu. Itu artinya aku kalah sebelum bertanding.

“Cho Kyuhyun cepat buka pintunya! Kau tahu ini jam berapa? Aku pasti dicari memberku yang lain” Lihat saja wajahnya yang sudah sangat merah karena marah-marah seperti itu. Juga bibirnya yang merekah merah muda itu. Hampir saja aku mati karena tak bisa menahan nafsuku untuk tidak berbuat macam-macam padanya. Minimal menciumnya. Oh Tuhan, ternyata godaan terbesarku adalah Choi Sooyoung.

“Apa perlu aku menelepon membermu sekarang? Tinggalah disini, malam ini aku ingin kau menemaniku tidur” Jawabku asal dengan merubah posisi tidurku yang telentang. Sooyoung mendelik tajam, dia mendekatiku dan memukulku dengan begitu gilanya. “Apa kau bilang? Kau pikir aku wanita seperti apa? Tuna susila?” Dia berteriak bertubi-tubi dengan kilat matanya yang berapi. Haish. Salah lagi, kalau begini terus bagaimana aku bisa membuat Sooyoung merasa kagum padaku.

“Bukan seperti itu. Ayolah, aku tidak pernah memandangmu seperti itu. Kau rela menyamakan dirimu sendiri dengan wanita tuna susila?” Sooyoung diam. Perlahan dia mendudukkan tubuhnya pada pinggiran ranjang. Wajahnya terlihat begitu letih. Tak tega aku menatapnya. Sedikit kugeser tubuhku ke pinggir ranjang, berharap Sooyoung mau merebahkan tubuhnya dan beristirahat disini.

“Tenang saja. Besok pagi-pagi aku akan mengantarmu. Masalah membermu yang khawatir, akan kucoba bicara baik-baik dengan mereka. Sekarang tidurlah, wajahmu pucat sekali, minimal kau harus tidur enam jam” Sedikit kusunggingkan senyumku didepannya. Ingat, senyuman! Bukan seringaian!

Aku sendiri tak tahu mengapa aku berani sekali membawa Sooyoung ke apartemen yang bahkan sangat privasi untukku. Selama menjadi fanboy Sooyoung, sama sekali aku tak pernah menemui atau mencari seorang gadis. Aku ini tampan, banyak juga perempuan yang tertarik padaku. Beribu-ribu alasan kugunakan untuk berkilah, menolak siapa saja gadis yang mendekatiku. Padahal alasanku hanya satu, Choi Sooyoung. Tak pernah aku merasa begitu penasaran untuk mendapatkan sesuatu yang kumau, hanya sekarang, dan sesuatu yang selalu ingin kudapatkan sejak dulu adalah Sooyoung.

Mungkin sekarang kau masih enggan untuk menolehkan wajahmu padaku, tapi kuyakin sebentar lagi pasti berubah. Kita berdua akan menolehkan wajah satu sama lain, aku menatap wajah cantikmu dan kau menatap wajah tampanku.

***

Author POV

Sesuatu didalam tubuh Sooyoung berdetak dengan begitu cepat. Disaat perasaannya yang kesal sekarang ini, disaat tubuhnya yang sangat lelah ini, dan disaat ia merasa dilema dengan tindakannya, Cho Kyuhyun justru berucap begitu ramah padanya. Sangat manis bahkan mampu membuat Sooyoung terhanyut untuk beberapa saat. Kyuhyun sudah menutup matanya. Bersikeras dengan pendiriannya, Sooyoung justru kini merasa matanya yang semakin berat. Ia butuh istirahat sekaran  juga!

Sooyoung kelabakan sendiri mencari cara untuk mengusir rasa kantuknya. Melotot dengan lebar. Sudah, tapi tak berhasil. Mengedipkan matanya berulang-ulang, juga sudah tapi tetap tak berhasil. Kini Sooyoung memilih loncat-loncatan tak jelas di kamar Kyuhyun. Terserah, ia tak peduli dengan kekonyolan yang ia perbuat. Yang terpenting ia tak bakal mau tidur seranjang dengan Kyuhyun. Eh, sebenarnya tidak apa-apa juga sih, Kyuhyun ‘kan tampan.

Tidak. Sooyoung menggeleng dan memukul kepalanya sendiri yang berpikiran aneh mengenai Kyuhyun. Sooyoung terus menghalau, sial bahkan isi kepalanya dipenuhi oleh Cho Kyuhyun sekarang. Apa mungkin ini efek karena kelelahan? Tidak mungkin, jika iya pasti yang ia lakukan tidur, bukan memikirkan Kyuhyun seperti ini. Atau mungkin karena sifat Kyuhyun yang menyebalkan? Tidak mungkin juga, Sooyoung lebih memilih memarahi seseorang yang membuatnya kesal ketimbang memikirkannya.

Sooyoung mulai berpikir lagi dan ia menemukannya. Damn, ternyata ia sama saja dengan para gadis lain. Terpesona dengan ketampanan Kyuhyun. Sekalipun mendelik, Cho Kyuhyun tetap terlihat tampan.

Berulang-ulang Sooyoung memandangi Kyuhyun. Rasa kantuknya sudah berada dibatas maksimal ternyata. Sooyoung menggigit telunjuknya sendiri. Percuma saja usahanya tadi jika akhirnya ia tetap akan tidur seranjang dengan Kyuhyun. Sooyoung merasa enggan kembali. Sesuatu bisikan aneh tiba-tiba membayanginya yang mulai tak bisa fokus. Kalau hanya tidur seranjang, apa masalahnya?

‘Memangnya apa yang salah jika tidur seranjang, toh aku tidak melakukan sesuatu dengannya. Ambil positifnya saja Sooyoung, kau perlu menidurkan tubuhmu yang serasa seperti serpihan kaca pecah ini. Baik, aku akan tidur dengannya’

Sooyoung membatin dan mulai merebahkan tubuhnya pelan-pelan. Ia lebih memilih menghadap kesamping, membelakangi wajah Kyuhyun sekarang ini.

Beberapa menit posisi mereka seperti itu sebelum akhirnya Kyuhyun membuka matanya. Ia menatap gemas wajah teduh Sooyoung ketika tidur. Betapa Kyuhyun merasakan ngilu dimatanya yang dipaksa tertidur untuk mengamati tindakan yang Sooyoung lakukan sedari tadi. Kyuhyun menggeser tubuh Sooyoung menjadi lebih dekat dengannya. Tak lupa ia menjulurkan lengannya kesamping sebagai bantalan kepala Sooyoung. Kyuhyun tidak tertidur, ia masih terus memandang wajah Sooyoung dari kedekatan jarak yang ia buat. Ia tak rela melewatkan kesempatan sebagus ini.

Keringat mulai menguar dari kening Kyuhyun. Untuk kali ini, keringatnya keluar berkali lipat dari biasanya. Tentu saja, hari sebelumnya ia hanya melihat Sooyoung dari foto, malam ini ia melihatnya langsung tepat didepan matanya. Kyuhyun merasakan tubuhnya yang semakin panas dingin. Ia berusaha menghalaunya kuat-kuat.

‘Aku tak mungkin merusaknya’ Ia meyakinkan dirinya sendiri. Harusnya ia beruntung karena Sooyoung mau tidur dismpingnya dan sebagai ganti dari keuntungan yang ia dapatkan itu, seharusnya juga Kyuhyun tidak berkhianat atas kepercayaan yang secara tidak langsung Sooyoung berikan padanya.

Kyuhyun menggeram dalam hati, daripada panas dingin begini karena terlalu lama memandang Sooyoung lebih baik ia tidur. Siapa tahu karena Sooyoung tidur disampingnya ia bisa bermimpi tentang sesuatu yang manis antara Sooyoung dengannya. Tentang pernikahan mungkin? Atau tentang momongan nanti? Kyuhyun terkikik sendiri. Sebelum matanya tertutup, ia mengecup kening Sooyoung lama. Berusaha menyalurkan rasa sukanya yang berlebih pada Sooyoung.

Maaf saja jika perlakuan Kyuhyun begitu frontal dan blak-blakan. Bukan keinginannya untuk seperti ini, selalu ada dorongan dari dalam dirinya untuk bertingkah seperti itu pada Sooyoung. Hanya pada Sooyoung saja, ia tak pernah sefrontal dan seagresif seperti ini ketika dengan perempuan lain.

***

Sooyoung POV

Sesuatu yang bersinar saat ini begitu mengganggu tidurku sekaligus membuatku lebih hangat. Sinar mentari, sebenarnya aku mengetahuinya hanya saja aku ingin sedikit lebih lama seperti ini. Rasanya nyaman sekali dengan keadaan ini. Tunggu, keadaan seperti apa yang kumaksud? Aku melebarkan mataku, melirik kesamping kiriku dan menemukan tubuh si presdir gila itu disana. Bola mataku beralih turun menatap perutku. Presdir gila itu juga melingkarkan lengannya disana. Oh tidak, aku hampir mati karena keterkejutan ini.

Seharusnya aku berteriak kencang seperti yang ada didalam serial-serial drama ketika aku diposisi sekarang ini. Aneh sekali, kenapa aku tak bisa mengeluarkan suaraku dan hanya terpacu pada detak jantungku yang begitu kencang ini. Pertama kalinya aku tidur bersama laki-laki  dan disentuh olehnya. Apa aku dikatakan wanita kotor? Apa setelah ini aku akan hamil seperti di film-film? Aish.. Jika sampai terjadi aku akan menuntut si presdir gila itu.

Lupakan, yang harus kulakukan sekarang ini adalah menghindar dari tubuh Kyuhyun bukan justru berpikir yang tidak-tidak. Tanpa membuat suara, aku menggeser tubuhku ke pinggiran ranjang. Bagus, aku hampir bisa menapakkan kaki ku turun dari ranjang.

“Kau mau kemana?” Suara bariton itu begitu mengagetkan. Kyuhyun menarik tubuhku lagi bahkan memelukku lebih erat. Benar-benar gila ya dia? “Apa-apaan kau memlukku sembarangan?” Aku menyemprotnya dan berusaha melepas lengannya dari perutku meskipun gagal.

“Tidak perlu marah-marah seperti itu, itung-itung ini bayaranku karena kau memakai ranjangku” Aku melotot padanya. Wajahku mulai memerah lagi. Pria ini, baru saja ia membuatku merasa gugup didekatnya dan sekarang ia membuatku marah seketika. “Kau pikir aku wanita seperti apa? Tuna susila?” Kyuhyun justru terkekeh sekarang. Ia bangun dari kasurnya dan memandangiku begitu dalam. “Kalimat itu sudah dua kali kau ucapkan padaku. Haha, perbendaharaan katamu sangat minim sekali ya?”

Aku memilih diam dan membiarkannya melakukan apa saja yang ia mau. Aku melihatnya yang kini mengambil pakaian dari dalam lemarinya dan beralih menuju kamar mandi yang juga satu paket dengan kamarnya. Sementara menunggunya, aku lebih memilih merapikan pakaianku yang sedikit kusut dan rambutku yang berantakan. Selama menata rambutku dengan sisir rambut yang kupinjam dari Kyuhyun, aku meraba-raba leherku sendiri. Mencari-cari sesuatu yang aneh ataupun tidak beres. Mungkin saja selama aku tidur Kyuhyun sengaja melakukan sesuatu padaku seperti memberiku kissmark.

Sayang sekali tidak ada bekas apapun disana, juga diseluruh tubuhku. Bibirku sedikit tertarik kebawah. Aduh, kenapa sikapku seperti mengharapkan ia melakukan sesuatu padaku. Itu artinya aku adalah perempuan murahan, artinya juga akulah yang menganggap diriku sendiri sebagai wanita tuna susila. Aish, kenapa tidak nyambung begini. Jelasnya, pikiranku tidak normal sekarang dan itu akibat ulah Cho Kyuhyun!

Iseng-iseng aku mengambil ponsel yang tergeletak begitu saja di nakas samping tempat tidur. Sayang sekali ternyata ponselnya ia beri password. Suatu keisengan lagi karena aku mencoba mengetikkan namaku sendiri disana. Tanpa diduga, passwordnya benar.

Belum selesai keterkejutanku mengenai password kini aku dibuat lebih terkejut lagi dengan gambar perempuan yang menjadi wallpaper layar ponselnya. Aku mencocokkan wajah perempuan itu dengan wajahku sendiri. Aku yakin seratus persen jika itu aku. Darahku seakan berdesir melewati seluruh tubuhku. Rasa ingin tahuku semakin bertambah, kubuka semua folder ponselnya yang juga selalu dipenuhi oleh gambar ataupun video mengenai diriku. Tanganku gemetar, bahkan aku tak kuat untuk sekedar membawa satu ponsel berbobot puluhan gram ini.

Cho Kyuhyun, apa yang dia inginkan dariku? Apa dia mendekatiku karena motif tertentu. Ia ingin balas dendam denganku seperti yang ada di cerita-cerita fiksi, atau karena ia memang menyukaiku. Aku bersumpah dalam hati, terus menerus berdoa agar argumen kedua yang benar.

Cepat-cepat aku meletakkan kembali ponsel itu di tempat semula ketika aku melihat keberadaan Kyuhyun. Dia berjalan mendekat padaku dengan gaya rambutnya yang sedikit berantakan dan basah. Tubuhnya tegap sekali dan begitu berwibawa dibalut setelan jas formal berwana abu-abu. Jika ini menjadi adegan drama, kuyakin cara berjalan Kyuhyun yang begitu keren itu pasti diedit slow motion.

“Cho Kyuhyun, kau menyukaiku ya?”

***

Author POV

Kyuhyun merasakan otot besrta tulang-tulangnya yang menegang. Ia menatap kembali wajah penuh tanya dari Sooyoung. Ia menghembuskan nafasnya dalam sebelum akhirnya mulai berbicara. “Kupikir aku tak perlu mengatakannya lagi. Semuanya sudah jelas dan kau sudah mengetahuinya” Kyuhyun dapat merasakan rona wajah Sooyoung yang berubah.

Kyuhyun begitu terkejut ketika Sooyoung menggulung celana sebelah kanannya sedikit keatas. Beberapa kali Sooyoung menepuk kulit kaki Kyuhyun dan ia tak merespon apapun. Kini merasa lebih tegang lagi ketika pandangan mata Sooyoung beralih menatapnya. “Kau berpura-pura sakit untuk menjebakku ‘kan?” Matanya menyipit semakin membuatku Kyuhyun mati terpojokkan.

“Aku,-“ Kyuhyun hanya mampu ber ah-uh saja, ia mengusap kulit belakang lehernya sendiri dan meringis. Sungguh konyol, bahkan meski sudah tertangkap basah Kyuhyun tak bisa menjelaskan hal yang sebenarnya ia rasakan. Ia hanya bisa merutuk, dan menyadari kelemahannya sendiri.

Mereka berdua masih dalam keadaan saling diam. Berkali-kali Kyuhyun berdeham tak jelas namun tak kunjung membuahkan balasan dari Sooyoung. Kyuhyun pikir Sooyoung benar-benar marah sekarang ini. Dan memang benar, hingga mereka sampai pada gedung apartemen Sooyoung masih saja diam. Sebelum sempat lari, Kyuhyun terlebih dahulu menggenggam jemari Sooyoung dan membawanya masuk. Tak ada penolakan dari Sooyoung. Gadis itu bingung harus berlaku seperti apa sekarang ini.

Kyuhyun memencet bel dorm GG. Sooyoung menyentakkan tangannya yang masih ada di genggaman Kyuhyun dan mulai memasukkan kombinasi angka untuk kunci dorm-nya. Kyuhyun menahan lengannya. “Setidaknya biarkan mereka yang membukakan pintu untuk kita, aku yang akan tanggung makian dari para membermu” Tanpa memandang Kyuhyun mengatakannya. Mereka berdua berdiri saling berhimpitan, dengan Kyuhyun yang masih menggenggam tangan Sooyoung.

Pintu dengan lapisan baja itu akhirnya terbuka. Menampakkan tubuh Hyoyeon dan beberapa membernya dari dalam. Kyuhyun menarik tubuh Sooyoung masuk terlebih dahulu. Kedatangannya mengundang perhatian dari seluruh member. Mereka semua mengerubung, seakan ingin tahu hubungan antara salah satu membernya dengan presdir muda nan kaya seperti Kyuhyun.

“Maaf, kemarin aku yang mengajak Sooyoung pergi dan sempat mengantarnya pulang sebelum pagi. Aku jamin, tak ada kekerasan yang aku lakukan padanya. Kalian bisa mengeceknya nanti” Ada kekehan singkat dari Kyuhyun pada kalimat terakhirnya. Taeyeon yang merasa paling tua dan bertanggung jawab hanya mengangguk, sedikit menelisik Sooyoung dari atas hingga akhir. “Aku tidak akan mempermasalahkan ini dengan manager tapi aku harus memperingatimu Kyuhyun-ssi. Lain kali kau harus memperhatikan waktu jika mengajak Sooyoung pergi”. Hanya itu yang Taeyeon katakan, ia akan menanyakan masalah lainnya nanti. Ketika sudah tepat waktunya.

Seperempat jam lagi SNSD harus menghadiri launching jam tangan dari Casio Baby-G. Sooyoung diminta bersiap sedangkan Kyuhyun masih ditahan member yang lain untuk dimintai penjelasan. “Aku tahu jika kau menyukai salah satu dari member kami, apa itu Sooyoung?” Tiffany bertanya dengan penuh penasaran. Kyuhyun gugup, ia hanya cengar-cengir tak jelas menanggapinya. “Ayolah katakan saja. Jika kau terus diam seperti ini kami berdelapan tak akan membantumu dekat dengan Sooyoung” Kyuhyun jadi takut sendiri mendengar ancaman keras dari Jessica. Mereka adalah kunci satu-satunya untuk bisa lebih dekat lagi dengan Sooyoung.

“Sepertinya dia marah padaku” Kyuhyun menekuk wajahnya agar terlihat begitu sedih dibuat-buat. Para member SNSD minus Sooyoung menatapnya prihatin dan itu menjadi kesenangan sendiri bagi Kyuhyun karena peluangnya untuk mendapatkan simpati semakin besar. “Mengapa? Karena dia sudah tahu jika kau menyukainya?” Kyuhyun mengangguk lemah merespon tebakan Sunny yang tepat sasaran. “Sudahlah. Kami akan memikirkan caranya nanti, sekarang kau pulang saja terlebih dahulu. Tidak bermaksud mengusir, tapi sebentar lagi kami ada jadwal” Kyuhyun mengangguk paham dan segera pergi dari dorm SNSD.

***

Berkali-kali Sooyoung mendapati smartphone nya yang berdering dengan nama penelepon yang sama. Sooyoung masih ragu. Bukankah seharusnya ia senang punya penggemar seperti Kyuhyun, entah apa yang ada di otaknya hingga mengganggu pikirannya kali ini. “Eonnie tak ingin mengangkatnya?” Sooyoung menggeleng pada Seohyun. “Tidak begitu penting” Katanya kemudian.

Sooyoung memilih tidur-tiduran tak jelas didalam mobil. Setelah menghadiri acara launching sekarang mereka sedang menuju jadwal selanjutnya. Siaran radio. Dan selama perjalanan ini ponselnya selalu berdering non stop. Kerja keras sekali rupanya Kyuhyun itu. Batin Sooyoung sedikit salut dengan usaha Kyuhyun.

Selama siaran Sooyoung tak pernah bisa benar-benar fokus. Pikirannya terbagi menjadi dua. Beberapa kali juga para membernya mendapati dirinya yang tengah melamun dan salah menjawab pertanyaan dari DJ radio. Sungguh hal ini membuat Sooyoung sedih dan bingung.

***

Sooyoung POV

Sebenarnya apa yang aku khawatirkan, mengapa aku begitu takut. Kyuhyun tidak melakukan apa-apa tapi kenapa aku jadi bingung sendiri. Selama hampir delapan tahun aku bersama para memberku, kami bersembilan terkenal karena SNSD, kami semua banyak dikenal masyarakat juga karena SNSD. Aku tak mungkin merelakan popularitas SNSD hanya karena perasaan. Sebenarnya ketakutanku tak jauh karena aku mengkhawatirkan nasib grup-ku. Aku tak bermaksud sombong, setelah tahu jika Kyuhyun mengidolakanku sebegitu besarnya aku bisa memperkirakan jika tak lama lagi dia pasti mengajakku berkencan.

Sekarang sudah pukul sembilan malam dan tak ada makanan di dorm. Cemilan pun juga tak ada. Para member yang lain lebih memilih tidur dan beberapa diantaranya memilih menonton televisi. Aku melirik Yuri yang masih asyik dengan dramanya. “Yul, temani aku belanja mau ‘kan?” Dia menggeleng cepat, tanpa memandangku dia justru mengibaskan tangannya mengusirku. Aku beralih pada Seohyun yang masih berkelut dengan ponselnya.

“Maknae, temani eonnie belanja yuk?” Seohyun beralih memandangku. Kali ini dengan wajah bersalahnya. Aku tahu dia pasti akan menolakku juga. “Maaf eonnie, tapi aku harus menelepon beberapa rekan musicalku. Jika aku menemanimu, aku tak yakin bisa meneleponnya sekarang juga” Aku menggembungkan pipiku. Sudahlah, lebih baik beli sendiri saja.

Baru saja setengah perjalanan menuju supermarket hujan tiba-tiba turun. Aku mengerang kesal, sungguh ini celaka sekali. Kupercepat langkah berjalanku dan tiba-tiba seseorang menarik lenganku dari belakang. “Kau gila, sekarang hujan dan kau berlarian tak jelas seperti ini?” Aku memandang lelaki didepanku sebal. Dia menarikku berteduh dibawah pohon. Bahkan dengan topi yang hampir menutup wajahku Kyuhyun masih saja bisa mengenaliku.

“Aku lapar dan aku butuh makanan” Aku membalasnya ketus. Dia berdecak. “Dasar keras kepala. Katakan apa yang kau inginkan, aku yang akan membelikannya” Cihh, dia ini sok pahlawan sekali. “Dan kenapa seharian ini kau tak mengangkat teleponku? Kau marah padaku? Katakan apa salahku” Aku terdiam mendengar pertanyaannya yang ini. Aku sendiri juga tak tahu dasar permasalahanku padanya. Apa aku marah padanya hanya karena dia mengidolakanku? Tidak, sama sekali bukan itu.

“Jika kau hanya ingin menanyakan tentang ini lebih baik kau pergi. Aku bisa membeli makanan sendiri” Aku beranjak pergi meninggalkannya. Dia menarik baju belakangku dan mendekatiku. “Katakan saja apa yang kau inginkan” Sorot matanya terlihat begitu tajam. Nada suaranya kini juga terdengar begitu tegas. “Snack,-“ Dan detik berikutnya Kyuhyun berlari begitu cepat.

Sepuluh menit kemudian Kyuhyun kembali datang dengan membawa begitu banyak snack dan itu semua termasuk kesukaanku. Dia adalah fans ku, mungkin saja dia sudah mengetahui sifatku dari internet. “Terima kasih. Berapa aku harus menggantinya?” Aku mengeluarkan isi dompetku didepannya.

“Kau menghargaiku sebatas ini?” Lagi-lagi aku dibuat membisu karena ucapannya. Aku menatap wajahnya yang kini juga menatapku. “Kau tahu apa tujuanku berlaku seperti ini didepanmu? Uang? Itu sama sekali tak berarti bagiku. Aku hanya ingin kau memandangku, menoleh sedikit pada kehadiranku. Atau tidak, pada sikapku. Kenapa kau tidak peka sekali, Choi Sooyoung? Bahkan kau sudah tahu jika aku menyukaimu,-“ Aku memilih mengganti topik dan memotong ucapannya.

“Kau memang menyukaiku, tapi sebatas idola. Kau harusnya bisa membedakan itu, Kyuhyun. Tak semua orang bisa takluk pada wajah tampanmu Kyuhyun, aku adalah buktinya. Sekarang juga, kukatakan jika aku, sama sekali tak menyukaimu” Aku pergi meninggalkannya yang masih berdiri mematung dibawah pohon. Dengan bajunya yang basah kuyup, dengan wajah pucatnya, dan dengan bibirnya yang membiru.

Langkah kaki ku semakin membawaku menjauh, sama sekali aku tak menengok lagi. Dengan perasaanku yang serasa sesak, dengan hatiku yang seakan menciut, dan dengan kulit tubuhku yang mendingin karena air yang membasahi tubuhku, aku masih bisa mendengarnya berteriak.

“Kau salah, aku sudah terlanjur mencintaimu Choi Sooyoung” Dan ucapannya itu semakin membuatku terpuruk.

***

Author POV

Sudah tiga hari Sooyoung tak bertemu dengan Kyuhyun, telepon dari lelaki itupun tidak. Sooyoung merasakan kekosongan dalam hatinya. Jika ia tidak mencintai Kyuhyun kenapa ia selalu teringat lelaki tersebut. Apakah ada perbedaan antara menyukai dan mencintai? Jika iya, termasuk manakah keadaan Soyoung sekarang?

“Kau melamun Soo?” Jessica tiba-tiba menubruknya ketika akan berbaring disampingnya. Sooyoung menggeleng lemah dan tersenyum. “Tidak ada, hanya lelah” Ia berbohong lagi. Sudah beberapa kali ia selalu menjawab dengan kebohongan jika membernya menanyakan keadaannya.

“Berhentilah berbohong! Aku sudah muak melihat wajahmu yang muram seperti itu” Jessica menghadapkan tubuhnya tepat didepan Sooyoung. “Aku dan para member yang lain adalah keluargamu. Percuma saja kau berbohong, kami tetap akan mengetahuinya” Sooyoung melirik Jessica sebentar dan kembali diam.

“Jangan permasalahkan yang lain, SNSD tetap akan berjalan dengan ada atau tidaknya kekasih untuk kita. Kau memikirkan itu ‘kan?” Sooyoung mengangguk dan menatap Jessica dalam. “Lihat saja Yoona, dia sangat dekat dengan artis pria lain dan itu tidak berpengaruh dengan kita ‘kan?” Sooyoung lagi-lagi hanya bisa mengangguk. “Aku hanya takut untuk memulai hubungan dengan seseorang. Aku akan memikirkannya lagi nanti tapi apakah aku masih punya kesempatan? Kyuhyun sudah terlanjur membenciku sekarang”

“Kata siapa? Dia selalu menanyakan kabarmu lewat member yang lain. Dia meminta maaf tak bisa menemuimu karena selama tiga hari ini dia sedang sakit” Sooyoung terperangah.

“Apa? Kyuhyun sakit?”

“Dia bilang hanya demam biasa. Lebih baik kau jenguk dia, tahu rumahnya ‘kan?” Sooyoung mengangguk paham dan segera mengganti pakaiannya. Tak butuh waktu yang lama Sooyoung sudah siap untuk menjenguk Kyuhyun.

Kyuhyun begitu terkejut ketika membuka pintu dan melihat Sooyoung disana dengan wajahnya yang begitu cemas.

“Kenapa kau tak bilang jika kau sakit? Kenapa kau tak memberitahuku dan justru mengatakannya pada memberku? Kau sakit karena aku ‘kan? Karena waktu itu kau hujan-hujanan untuk membelikanku sncak? Iya ‘kan? Jawab Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun terkekeh pelan dengan amukan Sooyoung. Terlebih dahulu ia menarik lengan Sooyoung dan membawanya ke sofa ruang tengah. “Kau ini kenapa? Datang seperti orang kesetanan seperti itu” Sooyoung mencubit perut Kyuhyun palan. “Aku khawatir bodoh? Kau tak lihat wajahku?” Kyuhyun justru semakin terkekeh.

“Mana ada orang khawatir dengan membentak-bentak seperti itu? Oh ya, aku senang kau mengkhawatirkanku” Kali ini Kyuhyun tersenyum dengan normal. Sooyoung meliriknya, mendadak ia menjadi diam menatap wajahnya. “Kau kenapa menatapku seperti itu?” Kyuhyun mulai risih ketika ditatap begitu dalamnya oleh Sooyoung. Wanita pujaannya.

“Kau tampan” Sooyoung mengataknnya tanpa sadar dengan intensitas suara yang sangat rendah. “Ya aku tahu, aku memang tampan” Seolah tersadar dari lamunannya, Sooyoung beberapa kali mengedipkan matanya. Barusan ia telah mengatakan hal yang sangat memalukan. Bagaimana bisa ia mengutarakan langsung ketampanan Kyuhyun setelah kemarin menolaknya. Bisa dibilang, ia menjilat ludah sendiri.

“Jadi, kau menerimaku sebagai kekasihmu bukan?” Sooyoung menatap Kyuhyun malu-malu. Susah sekali baginya untuk mengatakan ‘iya’. Terlalu malu. “Kenapa kau masih saja bimbang. Sekarang aku beri pilihan, kau harus memilih satu” Sooyoung mengangguk. Kyuhyun menampakkan seringainya dan itu membuat Sooyoung berpikir dua kali.

“Aku mencintaimu, atau aku mencintai Kyuhyun. Kau harus mengatakannya salah satu dari dua kalimat itu” Sooyoung mengerucutkan bibirnya. Dua kalimat itu sama saja tak ada bedanya. “Cepat. Kuhitung sampai tiga. Satu.. dua…”

“Aku mencintaimu dan aku mencintai Kyuhyun” Sooyoung tersenyum begitu cerah ketika Kyuhyun mendekapnya. Hatinya mulai berkembang kembali. “Kau sangat mencintaiku rupanya” Kyuhyun masih saja menggoda Sooyoung yang membuat perempuan itu semakin kesal.

“Kau hanya demam saja ‘kan tapi kenapa kau tak kunjung sembuh?” Sooyoung mulai bertanya. Kyuhyun menarik tubuhnya dan membawanya pada dada Kyuhyun yang lebar. “Sebenarnya aku sudah sembuh tapi karena memikirkanmu yang bahkan menolakku membuatku semakin sakit. Disini, rasanya sesak sekali” Kyuhyun menuntun jemari Sooyoung pada dadanya. Dapat Sooyoung rasakan jantung Kyuhyun yang berdetak dengan sangat kencang, sama seperti jantungnya saat ini. “Tapi karena sekarang kau menerimaku, jadi aku sudah sembuh” Kyuhyun nyengir dan membuahkan pukulan pada lengannya.

“Kau sakit tapi tak ada orang tua yang menemanimu?” Kyuhyun menggeleng, semakin membuat Sooyoung prihatin dengan kehidupan kekasihnya itu. “Aku merasa kesepian hidup sendiri disini, maka dari itu aku mengajakmu tidur disini beberapa hari yang lalu” Sooyoung mengangguk seraya membayangkan kejadian ketika ia dipeluk oleh Kyuhyun. Semburat merah tiba-tiba muncul dari kedua pipinya dan itu diketahui oleh Kyuhyun.

“Pipimu merah sekali, kau membayangkan saat aku memelukmu ya?” Kyuhyun kembali menggoda Sooyoung dengan menyentuh pipinya beberapa kali. Semburat Sooyoung semakin merah dan nyata. Kepuasan sendiri bagi Kyuhyun. “Kau ingin aku melakukannya lagi? Baiklah ayo kita lakukan” Kyuhyunmulai mengambil ancang-ancang.

Sooyoung tiba-tiba bangun dan menjauh dari Kyuhyun. “Tidak jadi, aku harus pulang ya Kyuhyun” Sooyoung terlihat gugup sekali. Kyuhyun semakin gencar menggodanya. “Sayang sekali keputusanku tak bisa digugat” Dengan sekali sentakan Kyuhyun berhasil menangkap tubuh Sooyoung dan membopongnya.

“Ya! Kau pervert, turunkan aku sekarang juga!” Sooyoung meronta dan ia berhasil diturunkan tepat pada kasur Kyuhyun. Begitu cepat Kyuhyun mengangkat tubuhnya hingga kini ia sudah berhasil menindih Sooyoung. Lagi Kyuhyun menatapnya dalam. Sooyoung gugup dan takut menatap wajah Kyuhyun. “Kau tak minum obat dulu?” Sooyoung berusaha mengganti topik. Kyuhyun menggeleng sejenak dan membalasnya. “Kau adalah obatku” Sooyoung terdiam dan mulai mendorong dada Kyuhyun.

Cup. Kyuhyun terlebih dahulu mengecup bibirnya singkat. Mata mereka kembali beradu. Sooyoung diam setelah bibirnya dikecup Kyuhyun. “Lagi?” Sooyoung sebenarnya malu untuk mengatakannya tapi sebelum ia sempat bicara semburat dipipinya lebih dahulu menjawabnya.

“Ya, kau menginginkannya. Sama sepertiku yang juga menginginkanmu lebih” Kyuhyun menyunggingkan senyumannya sebelum benar-benar terhanyut pada ciumannya.

End.

Cepet buanget kan? Sumpah seneng banget kemarin banyak yang komen. Maaf ngga bisa bales satu-satu tapi jujur komentar temen-temen semua sangat membangun buat aku 😀

Aku ngga tahu ini harus dibilang apa, semuanya terserah aja deh. Mau dibilang jelek, norak, absurd, aneh, kebanyakan typo aku hanya bisa pasrah aja. Keke

Pokoknya keep RCL yaw sista 😀

Iklan

120 thoughts on “Obsessed With Idol 2/2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s