This Is NotLove That I was Expecting [End]

Kyuhyun – Sooyoung | @dinaalifa | Genre: Romance

Length: Series | Rating: PG – 17

Poster by HANADYA

RCL Guys~

Sorry for the typo, or the weird story

Semoga ada yang mau baca dan komen 😀

Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

Author POV

“Apa yang kau lakukan?” Sooyoung membulatkan bola matanya menatap Kyuhyun. Sedangkan lelaki itu, dengan dinginnya hanya bergumam tak jelas. Mata Kyuhyun terlihat berapi-api, muncul suatu ketidaksabaran dari sorot matanya. Kyuhyun menatap ketiga orang yang kini masih menatapnya penuh tanya. Tanpa memedulikan yang lain, namja itu menarik lengan Sooyoung kemudian ia mengajaknya keluar cafe. “Apa yang terjadi padamu? Bagaimana jika mereka tahu” Sooyoung masih diliputi rasa takut ketika namja itu terus menariknya hingga dibelakangnya kini sudah ada TOP, Hyoyeon dan juga Seohyun yang sepertinya benar-benar tertarik mendengar pernyataan Kyuhyun nantinya itu.

Kyuhyun menghentikan langkahnya pada tikungan pojok depan bandara Incheon. Disini sepi, itulah mengapa ia memilih tempat ini. Kyuhyun tahu, mereka semua pasti terlibat adu mulut ketika ia mengatakan hal yang sebenarnya. “Aku ingin jujur dengan kalian semua” Hening. Tak ada yang berani bicara. TOP dan Seohyun terlihat begitu penasaran dengan ucapan Kyuhyun selanjutnya. Hyoyeon, wanita itu hanya terdiam, ia tahu apa yang akan segera diucapkan Kyuhyun. Hyoyeon melirik Sooyoung sejenak, gadis itu tengah menundukkan kepalanya dengan badan yang sedikit gemetar. Lengannya masih terus digenggam Kyuhyun erat, seolah tak ingin terpisah.

“Kami berdua berpacaran” Perlahan, untaian kata yang ditakutkan Sooyoung pun keluar. Ia semakin dalam menundukkan kepalanya. Dirasakannya remasan tangan Kyuhyun di lengannya. TOP menatap mereka sendu, sebenarnya lelaki itu sudah bisa menebaknya namun sekuat tenaga ia berusaha menghalau pemikiran itu. Ia baru saja memulai pendekatan dengan Sooyoung dan ia tak mau pemikirannya menghancurkan semuanya. Semua, termasuk juga hatinya.

“Kurasa kalian bisa menghargai keputusan kami berdua” Kyuhyun berusaha meyakinkan mereka berdua. Ia yakin TOP bisa mengerti akan keadaannya namun tidak untuk Seohyun. Bahkan gadis itu kini telah menangis tersedu. “Bagaimana bisa kau melakukan ini kepadaku oppa? Kau memintaku untuk menghargai keputusanmu, namun apakah kau juga menghargai perasaanku hingga sekarang ini. Tidak. Kau bahkan justru menolakku dengan kasarnya” Tangisan Seohyun kini semakin keras. Membuat seluruh orang didekatnya itu merasa trenyuh dan prihatin terhadapnya. Terlebih juga Sooyoung, dia bahkan juga telah menangis.

“Kau benar-benar jahat kepadaku oppa. Dan kau eonnie, aku tak yakin bisa memaafkanmu” Sooyoung seperti tersambar petir, inilah yang ia takutkan. Seohyun berlari kencang entah kemana, Hyoyeon dan TOP yang merasa bertanggung jawab atasnya, kini mulai mengejarnya dan meninggalkan mereka. Kyuhyun dan Sooyoung. Tubuh Sooyoung masih saja bergetar hebat, dadanya sedikit sesak karena terus saja menangis. Ia berusaha melepas genggaman Kyuhyun namun namja itu tetap menahannya.

“Jangan berniat untuk mengalah kepada Seohyun. Kita sudah melangkah sejauh ini, tak mungkin kita kembali berbalik” Ucapan Kyuhyun begitu mengena dihatinya. Pas sekali, bahkan Sooyoung juga baru saja berpikir untuk mengalah kepada Seohyun. “Tak ada yang bisa kulakukan, aku juga membutuhkan materi untuk menghidupi keluargaku” Kyuhyun seolah mengerti dengan maksud ucapan Sooyoung. Gadis itu takut untuk dipecat. Lelaki itu menatap Sooyoung tajam, pendiriannya sudah bulat. Dia akan menikahinya.

“Menikahlah denganku. Akan kujamin semua kebutuhan keluargamu” Ia mengucapkannya dengan bersungguh-sungguh. Soyoung merasa salah tingkah dengan ucapan Kyuhyun. Bagaimanapun juga ini bukanlah tempat dan waktu yang tepat untuk melamar seseorang. “Aku tak ingin ada pihak yang terluka dengan pernikahan kita nantinya” Oh ayolah Sooyoung, bagaimana bisa kau menolak lelaki tampan dan juga kaya yang bahkan menawarkan dirinya padamu? Benar-benar bodoh, jika kau justru menolaknya.

“Perasaan setiap orang pasti akan berubah Soo. Sekarang ini dia memang menyukaiku, tapi apakah kau masih bisa menjaminnya hingga lima tahun kedepan?” Sooyoung membisu, ada benarnya juga perkataan Kyuhyun. “Setidaknya bukan sekarang waktu yang tepat untuk menikah” Sooyoung berusaha mengelak. Kyuhyun menarik kedua tangannya erat dan menggenggamnya. Matanya kini beralih menatap tajam pemilik  manik kecoklatan itu. “Kau tidak seperti ini sebelumnya. Apa yang membuatmu kembali ragu akan perasaanku?” Sooyoung mengalihakan kepalanya. Jika seperti ini terus, Sooyoung akan luluh. Terlebih ketika menatap tepat pada manik mata Kyuhyun.

“Antarkan aku pulang”

***

Sooyoung POV

Kyuhyun mengantarku hingga depan rumah. Aku tidak menawarinya masuk dan dia juga langsung pulang. Kutatap kembali rumah kecil yang sedikit reot ini. Rumah yang juga peninggalan ayah. Rasanya berat sekali menjelelaskan keadaan keluarga kami kini. Tak ada lagi kerukunan, yang ada hanyalah persaingan menccari uang, uang, dan uang. Tak ada kehangatan, isi rumah ini begitu dingin dengan manusia-manusia penghuninya yang bahkan terkadang tidak mengenal kasih sayang. Mungkin juga, aku termasuk didalamnya.

Pelan sekali aku membuka kenop pintu kemudian menutupnya. Sepi. Itu lebih baik daripada eomma dan Sulli disini. Kubaringkan tubuhku pada ranjang kecil milikku. Lelah sekali rasanya memikirkan masalah yang menimpaku hingga detik ini. Begitu komplek hingga aku tak tahu bagaimana jalan keluarnya. Kuusahakan mataku untuk terpejam sejenak namun dobrakan keras pada pintu kamarku kembali membuatku terbangun.

“Ya! Kau sudah pulang dari tadi?” Aku berdecak pelan. Menghela nafasku berat ketika Sulli mulai bertingkah. “Aku baru saja datang dan aku lelah” Jawabku asal seraya berjalan mendekatinya. Dia melipat kedua tangannya dan menatapku tajam. “Beri aku uang dan kau bisa beristirahat” Telapak tangan sebelah kanannya kini mulai ia julurkan tepat didepan mataku. Menagih uang. “Tabunganku habis kau ambil bersama eomma kemarin. Kau lupa eoh?” Sulli memandangku dengan tatapan sangarnya. Ia mulai keluar dan berteriak-teriak memanggil eomma.

Oke, mungkin pertengkaran akan dimulai lagi.

“Kau apakah adikmu Choi Sooyoung? Apa kau gila hah?” Aku hanya menghela nafas ketika eomma mulai membentakku. “Jawab aku bodoh! Apa kau tak punya sisa uang dari Jeju kemarin, atau kau menghabiskannya? Dasar boros” Eomma mulai melayangkan tangannya pada rambutku namun aku segera menangkisnya. “Cukup eomma! Hentikan amarah tak bertujuanmu itu. Ini sungguh membuatku muak” Entah dorongan darimana hingga aku berani berbicara seperti ini. Yang jelas aku lelah dan pusing.

“Kau membentak eomma-mu huh? Berani sekali kau!” Ia kembali menggerakkan tangannya mengarah pada pipiku namun aku tetap bisa menangkisnya. “Kau bilang aku bukan anakmu? Kenapa kau seperti ini? Sebenarnya ada apa denganmu?” Aku semakin meninggikan intensitas suaraku hingga rasanya aku ingin menangis. Ya, ini memang sudah sifatku ketika marah. Eomma balas menatapku tajam. Ia menarik kasar tangannya dari genggamanku. “Kau memang bukan anakku, dan sampai kapanpun juga kau tetap bukan anakku” Dia tersenyum mengejek padaku. Aku mengerutkan dahi, bingung sendiri dengan maksud ucapannya.

“Kau dan ibumu sama saja! Pembuat masalah dan aku membencinya. Kalian berdua sial!” Aku semakin bingung mendengar suara teriakannya. “Apa maksud eomma?” Ia berjalan mendekatiku, menarik tubuhku hingga kami berdua duduk saling berhadapan. “Kau sama sekali bukan darah dagingku. Ibumu adalah seorang penghancur, ia juga yang telah menghancurkan kehidupan masa mudaku!” Eomma berucap dengan emosi yang begitu menguasainya. “Ketika muda, ayahmu begitu mencintai ibumu dan itu membuatku marah. Kau tahu betapa aku mencintainya, betapa besarnya usahaku untuk mendapatkannya? Namun yang mendapatkan hati ayahmu justru ibumu. Bukan aku!” Aku menutup mulutku sendiri. Aku tak tahu harus merespon seperti apa. Ibuku dan ayahku? Mereka semua meninggal?

“Apa yang kau bicarakan eomma? Semua ini tidak benar ‘kan?” Sulli begitu memaksa eomma untuk menyangkal ucapannya. “Kau diam saja Sulli! Ini saatnya bagiku untuk mengatakan yang sebenarnya” Aku masih terdiam ditempatku. Sama sekali tak pernah terpikir hal seperti ini akan terjadi kepadaku. “Lantas, dimana ibu kandungku?” Aku menatap prihatin pada orang yang dulunya kuanggap eomma ini. “Dia meninggal ketika melahirkanmu, itu sebabnya kau dititpkan pada bibimu hingga setelah ia meninggal ayahmu mulai berpikir untuk mencari istri, tidak lain untuk mengasuhmu” Aku masih hanya terdiam. Aku tak bisa menangis, tak juga bisa bersyukur pada eommaku sekarang ini. Semuanya begitu mengejutkanku.

“Kau tahu aku senang ssekali ketika tahu jika ibumu telah meninggal. Aku mengenal ayahmu sejak kecil, itu kenapa aku langsung bisa dipilih ayahmu untuk menggantikan posisi ibumu. Aku bersumpah, meyakinkan diriku sendiri untuk balas dendam. Dan caraku adalah melalui kau!” Aku melotot begitu mendengar penjelasan terakhirnya. Aku tak percaya, teramat sangat tak menyangka jika selama ini orang didepanku ini hanya memanfaatkanku sebagai metode balas dendamnya.

“Balas dendam selama hampir 12 tahun ini sudah cukup bagiku. Dan mulai sekarang, aku memintamu untuk pergi dari sini. Rumah ini biarlah menjadi bayaran bagiku atas apa yang telah dilakukan oleh ibumu” Aku tertegun dengan maksudnya. Pergi? Aku diusir? “Kau mengatakan jika dengan balas dendam 12 tahun sudah cukup bagimu, kenapa kau menyuruhku meninggalkan rumah ini juga?” Wanita itu menyeringai, dengan Sulli yang duduk terbingung-bingung disampingnya.

“Kau masih muda, juga pintar. Aku mengakuinya. Kau pasti bisa mendapatkan penghidupan yang layak setelah keluar dari sini. Relakan rumah ini untukku, juga Sulli. Kami memohon kepadamu, Choi Sooyoung” Dia menatapku dengan memasang tampang memelasnya. “Apa kalian tak bisa menampungku disini. Hidup bersama disini?” Dia menggeleng. “Aku tak bisa Soo, dendamku kepada ibumu ternyata terlalu besar bahkan hingga sekarang” Pernyataannya sungguh membuatku marah. “Kenapa kau dendam kepada ibuku? Apa salahnya padamu? Ayah memilih ibu karena dia mencintainya, kau begitu picik hingga menyimpan dendam sedalam ini kepada ibuku. Kau sudah meperalatku hingga detik ini, apa kau tak malu juga karena masih tetap menyimpan dendam itu? Dan sekarang kau meminta rumah ayahku? Apa kau benar-benar tak tahu malu?” Wanita itu berdiri dari duduknya, bersiap menamparku. “Kau dan anakmu, sama-sama bodoh dan tak punya otak. Aku menyesal sekali karena telah menganggap kalian keluarga, bahkana memohon kasih sayangmu” Segera aku beranjak dari duduku. Mungkin aku memang harus pergi. Merelakan rumah ini dan terbebas dari mereka.

***

Author POV

Kyuhyun begitu tergesa ketika memasuki rumahnya. Sekarang hari minggu, artinya semua keluarganya ada dirumah. Kyuhyun akan menaiki tangga rumahnya ketika ia melihat ayah juga ibunya yang sedang duduk berdua di sofa ruang tengah. Kyuhyun menyeringai, cepat-cepat ia menghampiri orang tuanya itu. “Bisakah aku berbicara?” Terlebih dahulu Kyuhyun meminta izin karena telah mengganggu acara bersama orang tuanya. “Katakan saja” Balas ayahnya yang menjadi awal baik bagi Kyuhyun.

“Aku telah memutuskan, aku ingin mengajak Sooyoung kemari dan cepat-cepat menikahinya” Ucapan Kyuhyun otomatis membuat kedua orang tuanya tertegun. Baru kali ini Kyuhyun terlihat begitu bersemangat dalam menjalin hubungan. Pastilah orang yang dipacarinya itu begitu berpengaruh padanya. “Kau sudah yakin dengan apa yang kau lakukan nanti?” Tuan Cho mulai menyarankan. “Jangan hanya menentukan sebatas keinginanmu saja, pikirkan juga keinginan Sooyoung” Kyuhyun mengangguk mengerti mendengar nasihat ibunya. “Aku sudah yakin, kurasa Sooyoung juga begitu. Hanya saja, terjadi kesalah pahaman sekarang ini” Tuan dan nyonya Cho sepertinya mulai tertarik dengan hambatan hubungan Kyuhyun.

Mereka bertiga terlibat dalam perbincangan serius mengenai hal yang sakral. “Maksudmu?” Kyuhyun terdiam sejenak. “Maaf, aku tak bisa mengatakannya. Aku yakin, kami berdua dapat menyelesaikannya” Tuan Cho mulai bingung dengan ucapan berbelit Kyuhyun. “Jadi, apa intinya?” Kyuhyun memandang ibunya yang barusan bertanya. “Begitu masalah ini selesai, aku akan langsung melamar dan menikahi Sooyoung. Ayah dan Ibu, tidak keberatan ‘kan?” Mereka berdua tertawa. Nyonya Cho bahkan kini mengusap pelan punggung Kyuhyun, merasa gemas dengan tingkah anaknya.

“Baru kali ini aku melihat kau begitu bersemangat mengenai perempuan dan itu membuatku senang. Artinya, kau benar-benar telah dewasa sekarang” Nyonya Cho merasa geli sendiri ketika menatap wajah malu Kyuhyu saat ini. “Benar, dan kami berdua akan berusaha menyetujui pernikahanmu. Tapi kau harus memperkenalkan Sooyoung dahulu” Kyuhyun tertawa dan memeluk erat ayahnya.

“Terima kasih ayah, ibu”

***

Malam ini hujan deras. Jalanan telah tertutup air setinggi mata kaki, hujan selama lima jam non stop ternyata berdampak sangat buruk untuk kota metropolitan sekelas Seoul.

Sooyoung menyeret kaki nya malas hingga menuju halte bus. Punggungnya pegal terus-terusan menahan beban pakaian dalam tas yang ia bawa. Ia lelah, terlebih setelah ia pulang dari pulau Jeju. Ini adalah hari kelabu untuknya, hari yang hanya menyisakan kepedihan untuknya.

Hari ini ia harus mengakui hubunganya dengan Kyuhyun. Hari ini juga ia mengetahui rahasia yang sejak dulu menjadi tanda tanya besar baginya. Sooyoung sendiri tak tahu, ia harus bersyukur mengetahui segala rahasia itu ataukah ia harus sedih karenanya. Sungguh, selama ini ia telah menilai orang yang salah. Dari awal, ia telah salah menilai. Dan sekarang Sooyoung hanya dapat merutuki nasibnya. Bagaimana ia harus tinggal? Tak mungkin mendapatkan rumah sewaan saat ini juga.

Ponsel dalam sakunya bergetar. Cho Kyuhyun. Entah bagaimana lagi, pikirannya begitu kalut ketika lelaki itu menghubunginya. Disaat genting seperti ini, Sooyoung merasa Kyuhyun lah yang mampu menolongnya.

“Sooyoung. Hallo? Choi Sooyoung?” Nada suara Kyuhyun terdengar begitu khawatir namun ia hanya terdiam dan justru menangis. Saat ini Sooyoung hanya ingin menangis. Masa bodoh dengan image ‘tegar’ yang dulu mati-matian ia pertontonkan pada setiap orang. Sekarang, Sooyoung hanya ingin jujur dengan hatinya. Jika ia sedang rapuh.

“Soo, kau menangis? Kenapa? Sekarang kau ada dimana?”

“Kyu~” Kini suaranya berangsur parau. Kyuhyun merasa terenyuh seketika. Ia marah, benci ketika seseorang yang sangat disayanginya bersedih. Apalagi itu adalah Sooyoung.

“Cepat katakan dimana kau sekarang!” Kyuhyun menggeram kesal.

“Aku – di halte dekat rumahku. Kyuhyun, kemarilah” Nada suaranya bergetar. Tubuhnya hampir basah kuyup terkena air hujan. Belum lagi angin malam, semakin membuatnya kedinginan.

Komunikasi diantara mereka terputus secara sepihak. Sooyoung kembali memasukkan ponselnya. Matanya menerawang keatas. Begitu gelapnya langit saat ini. Begitu dingin tubuhnya saat ini. Dan begitu kelam kehidupannya saat ini.

Sooyoung sedikit terlonjak ketika Kyuhyun kini tengah berjalan menghampirinya. Ia merasa sedikit tenang. Ternyata masih ada seseorang yang mau membantunya. Kyuhyun lekas menariknya kemudian merengkuh tubuh kecil Sooyoung. Pelukannya begitu erat. Sooyoung merasakan jemari Kyuhyun yang bergetar. Dan detak jantungnya yang bergemuruh. Mungkinkah?

Tanpa banyak bertanya Kyuhyun segera membawa seluruh tas Sooyoung dan memasukkan kedalam mobilnya. Wajahnya kini terlihat begitu tegas, sedikit menyiratkan ketakutan dan kekhawatiran. Tentu saja semua itu ditujukan untuk Sooyoung.

Beberapa saat kemudian mereka telah berada didepan gedung apartemen. Bangunannya begitu menjulang tinggi keatas. Sooyoung mengernyit sebentar kemudian melirik Kyuhyun. “Kau membawaku kemana Kyu?” Kyuhyun menghiraukan pertanyaannya, cepat-cepat ia turun dan menarik kembali pergelangan tangannya. “Kita masuk dulu, baru kujelaskan” Sahutnya pendek kemudian mengambil tas Sooyoung dari bagasi.

Sooyoung begitu terpana ketika masuk kedalam apartemen. Mewah. Elegant. Bersih. Luas. Apalagi? Yang jelas apartemen ini berbeda jauh dari rumah butut milik ayahnya. Sooyoung melihat Kyuhyun yang kini telah mendudukkan tubuhnya pada sofa ruang tengah dan mengikutinyaa. “Sekarang katakan apartemen siapa ini. Apakah milikmu?” Kyuhyun tersenyum kecil. Dia menggelengkan kepalanya singkat.

“Pakaianmu basah, sebaiknya kau mandi dan menggantinya” Sooyoung merengut. Bukan ini jawaban yang ia inginkan. Kyuhyun sungguh tega membuatnya penasaran seperti ini. “Aish.. kau ini” Kyuhyun berdiri dan menarik tangannya. “Kau mandi saja dulu, akan kuambilkan baju ganti untukmu” Sooyoung segera menuruti apa yang Kyuhyun katakan.

Kyuhyun mengobrak-abrik seluruh isi lemarinya. Mencari pakaian yang cocok untuk Sooyoung meskipun sebenarnya tak ada yang cocok untuknya.

“Ini terlalu besar. Yang ini terlalu pendek. Dan yang ini, ahh, terlalu terawang. Aishh” Ia bergumam tak jelas. Sebagian besar baju miliknya berjenis kemeja. Kyuhyun sama sekali tak berminat untuk memberikan Sooyoung kemeja. Baginya, sama saja mala petaka. Kemeja akan membuat tubuh Sooyoung terekspose dan itu akan menyulut nafsunya.

“Tidak. Tidak. Tidak” Kyuhyun menggeleng tak jelas. Akhirnya dengan terpaksa ia membuka lemari kecil disebelahnya dan mengambil asal pakaian wanita disana.

***

Kyuhyun POV

Suara guyuran air masih terdengar keras dari kamar mandi. Begitu pelan aku mengetuk pintunya, dadaku kini mulai bergemuruh, panas dingin aku merasakannya. Kuketuk pintu untuk kedua kalinya. Keringatku semakin deras menetes ketika knop pintu mulai bergerak. Mataku sedikit menyipit, ini cobaan terberat untukku.

“Gantilah bajumu dengan pakaian ini Soo”

Aku sedikit bernafas lega karena yang dapat kulihat dari sisi pintu hanyalah tangan Sooyoung. aku menyerahkannya dan tanpa sengaja kulit tangan kami bersentuhan, meskipun hanya berselang beberapa detik. Tangannya yang dingin juga basah itu tak ayal langsung merangsang naluri laki-lakiku. Damn! Aku menginginkan lebih dari ini!

***

Kupencet asal remot televisi hingga menampilkan sebuah serial drama. Aku hanya diam menontonnya, sedikit tidak mengerti dengan alur ceritanya. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan perlahan mulai menampilkan tubuh ramping milik Sooyoung. Rambutnya terurai basah disamping telinga. Wajahnya nampak natural dan begitu cantik, sempurna. Aku menurunkan pandang, beralih pada pakaian yang dikenakannya. Rok tadi terlihat begitu tinggi hingga menampilkan kaki jenjang Sooyoung begitu jelas.

“Sebenarnya ini rok milik siapa Kyu? Pendek sekali” Soyoung menarik-narik bahan rok kebawah. Aku meliriknya tetapi mataku justru tepat didepan dadanya yang terlihat membelah. Kutelan paksa salivaku. Dia sangat menggoda. “Kyu, kau diam saja?” Sooyoung mengayunkan telapak tangannya didepan mukaku dan beralih duduk disampingku.

“Eh.. tentu saja rok itu kependekan untukmu. Ahra noona terlalu pendek dibandingkan denganmu” Aku mengulum senyum canggung. Sooyoung hanya mengangguk. “Jadi ini milik Ahra noona, apartemen ini juga?” Aku mengangguk lagi.

Setelahnya kami berdua hanya terdiam. Hening sekali bahkan aku bisa mendengar suara nyamuk disekitarku. Kami berdua masih serius menonton serial drama. Sialnya, adegan drama yang tadinya mengandung lelucon kini justru menampilkan adegan syur sepasang yang sedang berciuman. Keringat kembali menyeruak dari keningku. Aku melirik Sooyoung, parahnya lagi sekarang dia justru menahan malu dengan menggigit bibir bawahnya. Tuhan, kenapa kau libatkan aku dalam suasana panas sekarang ini.

Aku menggeser tubuhku pelan mendekati Sooyoung. Sesekali meliriknya dan tersenyum padanya. Tangan kami mulai menyatu. Hangat dan sangat menenangkan. Kuremas jemari tangannya menahan nafsuku yang terus saja membuncah. Aku menghadap kearahnya bersamaan dengannya yang juga menghadap kearahku.

Sooyoung mengusap keningnya yang baru saja bertumbukan dengan keningku. Aku sadar, jarak kami begitu dekat ternyata. Cepat-cepat tanganku melingkari pinggangnya dan semakin menarik tubuhnya mendekatiku. Sooyoung nampak tersentak. Kuusahakan wajahku untuk meyakinkannya. Memberinya jaminan jika aku benar-benar lelaki baik untuknya. Yang akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi, dan selalu melindunginya. Aku berusaha mengucapkan semua keyakinan itu melalui mataku.

Biarkan dia menatap manik mataku. Biarkan mata kami saling berinteraksi. Biarkan hatinya untuk yakin jika aku pria terbaik untuknya.

Rasa dingin itu segera berubah menjadi kehangatan ketika aku mulai terhanyut dalam ciuman yang kubuat. Sooyoung menutup matanya seakan pasrah padaku. kueratkan pelukanku tanpa melepas bibirku darinya. Moment ini tak akan pernah bisa kulupakan. Keyakinanku sudah bulat, aku akan menikahinya.

“Aku mencintaimu. Sangat” Kembali kujatuhkan bibirku padanya. Kulumat pelan dengan penuh perasaan. Tubuhnya mulai terjatuh pada sofa dengan tubuhku diatasnya. Dia sepenuhnya menurutiku. Percaya penuh padaku.

Tbc / End?

Kalau menurutku ini udah final banget, KyuYoung-nya udah nyatu. Masalah sama orang tua Sooyoung juga udah selesai. Jadi terserah teman-teman semuanya aja, mau cukup sampe segini atau mau tambah lagi satu part.

Menurutku lagi mending cukup sampe part ini aja daripada di PHP-in author suka ngaret kayak aku *ngaku 😛

Yang jelas, RCL loh ya #maksa

 

 

Iklan

32 thoughts on “This Is NotLove That I was Expecting [End]

  1. lanjut thor.. ceritanya masih rada ngegantung. soonya juga kan belum di kenali ke keluarga kyu, trs nasib eomma sama saengnya soo gmn? bikin sequel thorr~~~ /bujuk author/

  2. TBC aja thor,,
    kan soo belum ketemu keluarga nya kyu terus katanya kyu mau nikahin soo,,
    mau baca pass soo ketemu sama orangtuanya kyu + acara pernikahan mereka,,
    next ff ditunggu thor fightingg,,,

  3. Ahh mian aku baru koment di part ini soalnya aku baru liat ff ini trus udah smpe part 9 kan yah jdnya ngebut bacanya hehe keasyikan mian tp bener2 keren chingu di stiap part tuh ada nilai + trsendirinya *cie elah bhsa gue* feelnya dpt keren deh tp mnurut aku di part 9ini ngegantung aku kirain tuh nikahannya di tunjukin smpe malam prtamanya xD hehe buat 1part lg dong

  4. Daebak ceritanya keren bgt thor ,oh y mian ne thor aku cuma comment di part akhir aj soalnya aku bca numpuk dr part awal sampe akhir dlm satu hari . Masih butuh kelanjutan nih thor hhee 😀

  5. Mnurutq ini dah ok.cma emg kurģ pas endingny.aq sih td ngarepinny Kyu ngenalin Soo k ortuny trs mreka nikah.baru deh endingny pas Kyu ngsih ciumnstelah pngucapan sumpah smbil bilang ‘aku mencintaimu’.pasti ok bgt tu…
    Over all, ni jg dah bgua kok.good job dina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s