You Have Someone? (3)

Title: You Have Someone?

Author: @dinaalifa

Cast: Sooyoung – Kyuhyun – Changmin

Length: Around 3000 words

Genre: Romance, Sad

Rating: PG-16

Previous Part:

One | Two

Maaf jarang post, tugas banyak jadi hiatus dulu. Setelah fict ini aku mungkin juga akan hiatus lagi *alibi*

Aku hiatus atau engga kan juga ngga ada yg peduli kan ya? Wkwkwk

Sorry for the typo, or the weird story

Happy reading

 

Semuanya lemah jika berhadapan dengan cinta

Manik mata sendu itu berubah dingin, seolah menyiratkan luka mendalam bagi pemiliknya. Punggung itu mulai menjauh. Punggung yang dulu selalu ia gunakan untuk bersandar. Tentu saja, ketika cinta tumbuh diantara mereka.

Tak ada yang Kyuhyun lakukan. Termenung hingga akhirnya sosok itu meninggalkannya. Sendiri. Dengan gejolak hati yang masih membingungkannya.

Bukankah ini yang memang ia inginkan? Pergi dan mencari lelaki lain. Bukankah itu adalah konsekuensi atas perlakuannya selama ini?

Kyuhyun mengusap rambuatnya kasar. Kepiluan sedikit menggerogoti hatinya yang masih dilanda dilema. “Arggghhh” Ia menggeram. Menyalahkan dirinya sendiri yang tak kunjung bisa menentukan arah hatinya.

Sooyoung sedikit tersanjung. Lagi-lagi pria itu yang menyenangkannya. “Dimana ini?” Changmin menghiraukan pertanyaannya. Menggeret lengan hingga tubuh Sooyoung berada persis disampingnya kini. “Nikmati saja” Sooyoung mengalihkan objek. Pemandangan didepannya memang indah, cukup untuk menenangkan hatinya.

Tanpa sadar Changmin mulai menyatukan jemari mereka. Ada rasa hangat yang menjalari tulangnya ketika kedua permukaan kulit itu saling bersinggungan dan bertumpu satu sama lain. Sepertinya Sooyoung terbawa suasana yang memang dicipta oleh Changmin. Wanita itu berkonsentrasi penuh pada satu titik fokus – suasana malam.

“Kau menyukainya?” Menganggukkan kepala sepertinya sudah cukup sebagai jawaban. Sooyoung mengalihkan pandangan, matanya menelusuri tiap jengkal dari perbukitan hijau yang kini masih dipijakinya. “Kau sangat kreatif. Menyenangkan sekali bisa diajak kesini denganmu” Changmin merasakan dadanya bergemuruh. Sanjungan dari Sooyoung sepertinya berefek dengan detakan jantungnya sekarang ini.

‘Maafkan aku, untuk sekarang ini mungkin aku mulai mencintainya, Choi Sooyoung’

Sooyoung menatap hamparan luas berwarna hijau muda didepannya. Garis bibirnya melengkung menampakkan senyum sayunya. Changmin menatap Sooyoung sejenak, ia memalingkan kepalanya kemudian menatap kedepan. Pikirannya menerawang jauh kembali pada ingatan masa lalunya. Masa mudanya yang kemudian berubah menjadi kelam. Seperti air jernih yang kemudian menjadi keruh.

‘Maaf aku tak bisa menepati janjiku untuk terus menunggumu’

Batinnya terasa bergetar ketika otaknya mulai mencerna niatan yang entah menjerumus kemana. Changmin mengulum senyumnya – amat sangat- singkat.

Ya, kurasa aku memang harus mengakhiri penantian ini’

Akhirnya, ia dapat memutuskan.

***

Kyuhyun asyik merenung di depan layar televisi tipisnya. Acara yang ia tonton memang acara komedi, namun sepertinya tak ada niatan baginya untuk ikut tertawa merespon tiap guyonan yang selalu diucapkan para komedian tersebut.

Dering ponsel disampingnya membuatnya mengakhiri kegiatan merenungnya sejenak. Kyuhyun hanya membaca nama orrang yang meneleponnya tanpa berniat untuk mengangkat panggilannya. Victoria. Sebagian hatinya ingin sekali untuk mengangkat panggilan yang tiap saat selalu didambakannya itu. namun sebagian hatinya yang lain juga ikut menolak untuk mengangkat panggilan tersebut. Choi Sooyoung. Entah apa sebenarnya, Kyuhyun mulai serba salah dengan apa yang dilakukannya pada wanita itu.

Kyuhyun menghela nafasnya berat ketika deringan itu berhenti. Ia berniat untuk meletakkan kembali ponselnya namun panggilan itu datang lagi. Tanpa sadar Kyuhyun meremas ponselnya sendiri tanpa berniat untuk meremukkannya. Kegalauan kembali melanda hatinya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan sebelum akhirnya mengangkat panggilan tersebut.

“Kyu, kau tak berniat membohongiku kan?” Mengerutkan dahinya. Kyuhyun mulai menerka-nerka apa saja janji yang ia buat untuk kekasih gelapnya itu. Nihil. Bahkan otak dengan IQ tinggi miliknya tak cukup sampai untuk mengingat janji-janji yang sempat ia katakan.

“Memang apa yang kujanjikan?”

“Kau melupakannya? Aku menunggumu diapartemen sejak tadi” Kyuhyun kini mulai mendengar suarra Victoria yang mulai merajuk. Ia mengusap kepalanya kasar, rasa lelah menghinggapi dirinya.

“Kurasa tidak untuk saat ini. Aku perlu waktu sendiri dimana aku bisa mendapatkan ketenangan” Raut wajahnya mengusam bersamaan dengan ditutupnya komunikasi itu sepihak.

Ya, ketenangan untuk memilih kau- atau dia.

***

Tanpa ada siapapun yang menyadarinya, kini hari mulai malam. Jam berhenti diwaktu yang cukup larut. Sembilan malam. Kyuhyun masih dengan kegiatan merenungnya. Apapun itu, yang jelas kini isi kepalanya hampir meledak. Kerikil ini ia yang meletakkannya, tanpa disadarinya justru ia sendiri yang tersandung kedalam kerikil yang sebelumnya sama sekali tak pernah ditakutinya.

Sooyoung mengakhiri serangkaian acaranya dengan Changmin dengan pulang bersama. Mereka berdua menyusuri jalanan kompleks dengan berjalan kaki. Lagi-lagi getaran aneh dirasakan Changmin ketika menatap wajah Sooyoung. Entah aura semacam apa yang dikeluarkan Sooyoung hingga membuatnya begitu bercahaya ketika Changmin menatapnya.

“Rumahku sudah dekat, kau bisa pulang sekarang” Changmin merasa dirinya yang tengah diusir secara halus oleh Sooyoung. “Jadi ini balasanmu setelah kuperlakukan dengan baik hingga sekarang?” Sooyoung memutar kepalanya hingga menatap Changmin. Alis tebalnya bertaut hampir menyatu. “Tidak. Tentu saja tidak, aku sama sekali tak bermaksud mengusirmu” Sooyoung tertawa miring membuat Changmin sedikit merasa keki. “Baiklah, aku berterima kasih kepadamu atas kebaikan hatimu mengajakku setengah hari ini. Aku sangat menyukainya dan jika kau izinkan aku ingin menjadi seorang teman untukmu” Sooyoung mengulum senyumnya tepat dihadapan Changmin.

Tak ada yang dilakukan Changmin selain hanya terdiam. Rasanya tubuhnya kini berubah menjadi dialiri air es yang dinginnya dapat membekukan seluruh isi tubuhnya. Kaku. “Teman, ya?” Sudut bibirnya terpaksa ia lengkungkan keatas. “Eh? Apa kau tak mau?” Kini raut wajah Sooyoung juga berubah menatapnya prihatin. Changmin menggeleng kuaat. “Tentu saja kau bisa menjadi temanku. Teman, ya teman” Nada suaranya berangsur lirih. Memangnya apa yang diharapkan dari wanita didepannya? Dia hanyalah wanita yang hampir gagal dengan rumah tangganya dan yang terpenting, wanita itu mengharapkan suaminya. Bukan kau, Changmin bodoh. Tanpa sadar kini Changmin mulai merutuk dirinya sendiri.

“Aku masuk, sampai jumpa besok” Sooyoung melambaikan tangannya seraya berjalan menuju pintu rumahnya. Changmin tetap berdiri hingga deritan pintu kedua yang menelan tubuh Sooyoung.

‘Bahkan aku tak yakin bisa bertemu denganmu kembali setelah ini. Karena memang aku, tak pernah mengincar posisi sebagai temanmu’

Malam ini berakhir dengan kesunyian yang hanya meninggalkan rasa sakit. Mereka berempat- Kyuhyun, Sooyoung, Changmin, Victoria- tak pernah menyangkanya sama sekali. Dunia tengah mempermainkan mereka untuk saat ini. Cinta yang beruntun, entah siapa yang akan memenangkannya nanti.

***

Sooyoung melewati tubuh Kyuhyun yang masih tak bergeming ditempatnya. Tanpa ragu ia langsung bergegas menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur serba panjang. Ia berniat untuk langsung tidur, namun keberadaan Kyuhyun tadi mau tak mau membuatnya untuk kembali mendatangi lelaki tersebut.

“Kau sudah mendapatkan makan malammu Kyu?” Ia berusaha berbasa-basi pada lelaki yang masih menyandang sebagai suami sah nya. Kyuhyun meliriknya namun ia hanya terdiam. “Belum. Kau tak meninggalkan makanan yang siap kumakan dirumah” Sooyoung menganga, tak menyangka jika pasangannya itu ternyata masih membutuhkannya. Ia tersenyum kemudian cepat-cepat beranjak menuju kulkas dan mengobrak-abrik seluruh isinya. “Kau mau kubuatkan sup iga sebagai makan malam?” Ya, ayo jawab iya Cho Kyuhyun! Jeritnya dalam hati.

“Tentu saja, kebetulan udara juga lumayan dingin” Jika tak ada orangnya, mungkin saja Sooyoung akan berjingkrak riang sekarang ini. “Tunggulah beberapa saat lagi” Serunya girang dan sedikit berlebihan. Membuat Kyuhyun bingung dengan apa yang dilakukannya.

Sooyoung duduk tepat didepan Kyuhyun makan sekarang ini. Hatinya memang sedang gembira namun tetap membuatnya menjaga jarak dengan Kyuhyun. Kenyataan kembali menyudutkan posisinya. Siapa dia sebenarnya. Apa arti kehadirannya yang sebenarnya. Sooyoung tak pernah mengetahuinya. Justru yang ia tahu adalah tentang hubungan dekat suaminya dengan wanita lain. Sebagai wanita, tentu saja kehormatannya terasa terinjak.

“Apa kau sudah melakukan kontrol lagi?” Sooyoung mulai merasakan pembicaraan yang akan berujung dengan kelemahannya. Ia menunduk, menggeleng lemah. “Bagaimana bisa? Kau tak bersungguh-sungguh ingin memiliki anak?” Kyuhyun kembali menyemprotnya dengan rangkaian kata yang memilukan baginya. “Bukan begitu-“ Sooyoung menjeda uapannya sejenak. “-dokter Kwon mengatakan jika keberuntungan seorang wanita dalam sekali hubungan intim berbeda”

“Maksudmu, kita harus melakukannya untuk kedua kali?” Sooyoung menggeleng kuat. Wajahnya menatap Kyuhyun nanar. “Tentu tidak. Kau bisa menceraikanku kapan saja, dengan begitu kau tak perlu membuang energimu untuk menceramahiku seperti ini” Kyuhyun mendelik. “Jika aku mau akan kulakukan itu sedari dulu” Kyuhyun sedikit membentaknya kemudian bangun dari duduknya, melenggang pergi meninggalkan Sooyoung yang masih duduk ditempat yang sama.

“Ini sudah begitu sakit. Kumohon jangan kau tambah lagi” Sooyoung mengatakannya dengan sedikit bergetar. Air mata sudah siap berada dipelupuk matanya. Hanya menunggu waktunya saja, kapan titik-titik bening itu akan runtuh. Kyuhyun berhenti sejenak, ia mendengar rintihan Sooyoung dengan baik.

‘Maafkan aku, ini sulit bagiku’

Sooyoung memasuki kamarnya dengan lesu. Ditariknya selimut hingga menutup sebagian kepalanya. Matanya terpejam, bersamaan dengan itu cairan sebening kristal juga berjatuhan dari matanya. Kau sudah sering membuatku sakit, apa itu masih kurang untukmu? Selanjutnya, Sooyoung terus menangis dengan hatinya yang hampir mati.

Hatiku sudah remuk dengan sendirinya tanpa ada yang mematahkannya. Lalu bagaimana sekarang, apakah kau akan membuatnya lebih parah lagi dengan memecah belahnya?

***

Kyuhyun berjalan menelusuri kantornya dengan gaya arrogant yang melekat dalam dirinya. Terdengar ritme melodi tersendiri tatkala alas sepatunya bergesekan langsung dengan keramik marmer yang dipijakinya. Sesekali ia melirik beberapa karyawan yang memang sengaja menyambut kedatangannya. Dingin. Begitulah image yang telah ia sandang dari kecil.

“Abeoji” Kyuhyun sedikit tersentak dengan keberadaan Presdir Cho- ayahnya- yang kini sedang duduk menunggu disofa ruangannya. Lelaki paruh baya itu tersadar akan kedatangan anaknya, dengan segera ia beranjak dari duduknya dan menghampiri tubuh tegap anaknya yang masih tetap berdiri. “Aku cukup puas dengan hasil kinerjamu nak. Kau membuatku bangga” Kyuhyun menarik sebelah alis bagian kirinya. Tetap diam dan menunggu ayahnya melanjutkan kembali ucapannya.

“Ayah akan segera meresmikanmu menjadi presdir utama perusahaan ini. Untuk menggantikan ayah. Percayalah padaku, nak” Tuan Cho mulai menepuk-nepuk pundak Kyuhyun pelan. Berusaha untuk menyenangkan hati anaknya. Kyuhyun tersenyum simpul, perlahan dia mulai menjatuhkan tubuhnya untuk memeluk sang ayah. “Terima kasih. Aku akan berusaha keras untuk terus merintis Cho’s Build” Dia berucap dengan semangat bisnis yang berapi-api. Membuat ayahnya senang bukan main dengan tekad optimisnya.

“Aku ada undangan perayaan untukmu. Datang dan ajaklah Sooyoung kesana. Perlahan ayah akan memperkenalkanmu sebagai penerusku pada teman-teman bisnis ayah” Kyuhyun terdiam. Pertemuan bisnis bukanlah masalah untuknya, namun mengajak Sooyoung? Apakah ia bisa tetap hadir bersama Sooyoung dengan keadaan yang seperti ini?. “Aakan kupikirkan kembali nanti, abeoji” Tuan Cho mengangguk mengerti. Tak ada kejanggalan yang ia rasakan. “Kalau bisa, kau harus datang Kyu” Kyuhyun hanya diam dan membiarkan ayahnya pergi.

Bagaimana aku bisa mengajaknya jika setiap kali bertemu selalu saja permasalahan yang dibicarakan.

Sooyoung menata makanan yang telah dibuatnya dimeja makan. Ia tak berharap lebih akan perlakuan Kyuhyun padanya nanti. Lelaki itu terlalu dibutakan oleh satu wanita, dan itu bukan dirinya. Begitu banyak kenyataan pahit yang harus ditelannya hingga rasanya ia ingin memuntahkannya. Satu sudah cukup membuatnya frustasi.

Suara pintu aluminium yang terdorong sedikit keras membuatnya mengalihkan pandang kedepan rumahnya. Kyuhyun datang. Betapa senangnya Sooyoung kala itu. Dengan sedikit senyum simpul yang terpaksa ditampakkannya, ia berjalan lurus mendekati tubuh suaminya. “Kau sudah pulang?” Lirih dan datar. Masih bolehkah seorang istri yang tak dianggap untuk menyambut kedatangan suaminya?.

“Aku ingin mandi dan segera makan. Apa kau memasak malam ini?” Sooyoung mengangguk. “Baik dan terima kasih” Kyuhyun berjalan melewatinya dan masuk kedalam kamarnya. Sooyoung menunduk pilu. Ia tahu bahwa dirinya bodoh, bahkan masih terus berharap agar Kyuhyun kembali padanya. Sebenarnya ini lebih menyakiti hatinya. Sebelumnya, ia merasa jika bercerai lebih baik daripada terombang-ambing seperti ini. Namun setelah malam kemarin, Sooyoung menjadi berubah pikiran. Bagaimana dengan perasaannya yang masih tertinggal pada Kyuhyun. Apakah ia mampu menghapus lelaki itu dari pikirannya?.

Sekarang ini disinilah dua orang manusia itu berada. Sooyoung duduk dia ditempatnya dengan Kyuhyun didepannya. Tiba-tiba Kyuhyun memberikan amplop berwarna coklat tua kepadanya. “Itu undangan dari ayah. Beliau meminta kita berdua untuk datang ke acara itu” Sooyoung mengamati kertas amplop itu seksama sebelum kemudian membuka isinya. “Rabu malam?” Kyuhyun mengangguk. “Ya, kosongkan waktumu pada saat itu”

***

Sooyoung memoles wajahnya menggunakan bedak padat dengan merk kesayangannya. Sedikit memberikan tambahan blush on warna merah muda dikedua sisi pipinya dan terakhir memberikan pewarna lipstick pada permukaan bibirnya. Sooyoung menghela nafasnya berat dengan masih berccermin didepan kaca datar. Pantulan dirinya terlihat cantik.

Dengan begitu berhati-hati Sooyoung melangkahkan kaki nya yang juga telah dipasangkan sepatu ber heels cukup tinggi. Sooyoung menunggu Kyuhyun yang menunggunya. Dengan isyarat mata, Kyuhyun langsung berdiri dan bergegas memasuki mobilnya.

Sooyoung merangkul lengan Kyuhyun. Jarak diantara mereka cukup dekat. Setidaknya mereka berdua dapat mengelabui orang-orang yang menatapnya.

Kyuhyun berjalan mendekati ayahnya yang juga kebetulan tengah berbincang asyik dengan keluarga yang entah siapa itu namanya. “Abeoji” Kyuhyun menyapa orang tuanya dengan aksennya yang begitu dingin. “Kyuhyun Sooyoung, aku rindu sekali dengan kalian” Suara seorang wanita yang tak lain adalah ibu Kyuhyun terdengar begitu nyaring. Sooyoung tersenyum singkat. “Aku juga merindukanmu, eommonim” Balasnya.

“Perkenalkan, dia anakku Cho Kyuhyun dan istrinya Sooyoung” Suara berat tuan Cho begitu berwibawa ketika memperkenalkan anak lelakinya itu. “Kurasa dia memang pantas menjadi penerusmu Jin Won-ssi. Dan ya, kenalkan juga anak perempuanku ini. Namanya Seohyun” Kepala dari keluarga yang tengah ditemui ayah Kyuhyun itu juga mulai memperkenalkan anaknya.

Detik setelahnya terjadilah pertemuan bisnis diantara dua pihak keluarga tersebut. Sooyoung menatap terpana kepada wanita muda yang baru dikenalkan dengannya. Begitu manis, feminin, dan lembut. Sayang saja, wanita itu belum memiliki seseorang spesial.

Acara perayaan yang diadakan oleh teman ayah Kyuhyun kini hampir mendekati penghujung acara. Memang sudah banyak tamu yang pulang terlebih dahulu sebelumnya. Kyuhyun dan Sooyoung mulai terkantuk-kantuk dengan seluruh perbincangan garing dari ayahnya tiap kali bertemu temannya.

Kyuhyun merogoh ponsel yang berada pada kantung celananya. Sebuah pesan mendadak dari Victoria cukup membuatnya panik. “Maaf, aku harus pulang sekarang juga” Kyuhyun berpamitan dengan kedua orang tuanya. Cepat-cepat ia menggapai pergelangan Sooyoung kemudian menariknya untuk keluar gedung perhelatan. “Aku ada urusan mendadak. Kau tunggu disini” Sooyoung bingung sendiri dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. “Tapi Kyu, disini-“. “Sudahlah, aku punya masalah penting kali ini” Kyuhyun sedikit membentak. Sooyoung menatap kepergian Kyuhyun dengan kecewa.

“Apakah itu berhubungan dengan Victoria?” Tiba-tiba Kyuhyun terdiam dan memandang tajam Sooyoung. “Masalahku sama sekali tak ada hubungannya denganmu” Dan secepat kilat Kyuhyun pergi meninggalkannya.

Kyuhyun berjalan tergesa memasuki bar ternama di Seoul. Matanya sibuk mencari siluet tubuh orang yang sudah benar-benar dihafalnya. Bahkan diluar kepala. Pandangannya jatuh kepada orang yang tengah duduk di meja bartender dengan tubuh yang terhuyung-huyung kedepan. Kyuhyun segara berlari menghampirinya. “Vict, ada apa denganmu?” Sekuat tenaga tangannya menahan berat tubuh Victoria. Victoria melirik Kyuhyun kemudian tersenyum. “Aku stress. Kau bertanya kenapa? Aku stress Cho Kyuhyun! Dan itu semua akibat ulahmu” Kyuhyun menggelengkan kepalanya, percuma saja. Dia mabuk berat.

“Cukup Vict. Kau sudah mabuk berat” Kyuhyun mencegah tangan Victoria ketika ia mulai mencoba untuk meneguk vodca dari gelas yang ia genggam. Victoria tertawa dan mencoba menghalau tangan Kyuhyun yang menghalanginya. “Biarkan aku! Urusi saja istri tak bergunamu itu!?” Victoria berteriaktak jelas. Kyuhyun berusaha memapah dan membawanya pergi. “Kau jahat, kau tega Kyuhyun! Kau lebih mementingkan dia daripada aku. Kau selalu menolak jika kuajak pergi, menolak datang kerumahku, menolak-“. “Cukup Vict! Kau salah faham” Kyuhyun terus membawa Victoria hingga sampai kedalam mobilnya. Lelaki itu memasangkan seat belt hingga kemudian mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan malam kota Seoul.

Sooyoung berjalan mondar-mandir menunggu kedatangan Kyuhyun. Sudah setengah jam lebih wanita itu menunggu. Malam sudah semakin larut, suhu udara juga semakin dingin. Terpaan angin yang terus berhembus mulai terasa menusuk kulit hingga menembus tulangnya. Sooyoung melingkarkan kedua tangannya pada perut ratanya sendiri. Begitu dingin, apalagi dengan hanya menggunakan terusan gaun dengan lengan pendek.

Sooyoung berjongkok dipinggir jalanan. Malam semakin gelap dan itu semakin membuatnya takut. Ia menengokkan kepala ke kanan dan ke kiri berharap menemukan sosok yang ditunggunya datang menemuinya. “Kumohon cepatlah datang Kyu” Sooyoung merintih ketakutan. Didepannya hanya ada jalanan sepi tanpa adanya taksi yang lewat.

TTTIIINN~

Sontak Sooyoung menegakkan kepalanya dan memandang klakson dari motor yang mendekatinya. “Changmin” Ia mendesis lirih. Changmin turun dari motornya dan ia segera mendekati Sooyoung. “Apa yang kau lakukan disini? Semalam ini juga?” Rona wajah Changmin terlihat khawatir. Ia menggenggam tangan Sooyoung yang bergemetar karena kedinginan. “Dia meninggalkanmu?” Sooyoung hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun. Cepat-cepat Changmin menarik tubuh Sooyoung. “Cepat naik. Kuantar kau pulang” Tanpa berpikir lagi, Sooyoung langsung naik pada boncengan dibelakang Changmin. “Pegangan erat” Changmin meng-gas motornya dengan begitu kuat hingga Sooyoung sedikit terjengkang kedepan dan membuatnya menarik kaos yang digunakan Changmin.

Changmin mengantar Sooyoung hingga sampai didepan rumahnya. “Terima kasih. Aku merepotkanmu lagi” Changmin tersenyum paksa. “Aku temanmu bukan?” Ia berusaha melucu. “Masuklah, aku akan pergi jika kau masuk kedalam rumah” Sooyoung mengangguk dan melenggang pergi meninggalkan Changmin yang masih menunggu dimotornya.

***

Kyuhyun datang dengan memapah Victoria masuk kedalam rumahnya. Sooyoung yang mendengar sedikit kebisingan itu beranjak dari kamarnya dan menemui asal suara. Ia sedikit tertegun ketika mendapati Kyuhyun yang datang dengan membawa Victoria. Sooyoung mendekat, bermaksud untuk membantu Kyuhyun dengan memapah lengan sebelah kiri Victoria namun gadis itu menolaknya.

“Kyuhyun” Victoria terus saja meracau dengan menyebutkan nama Kyuhyun. Sooyoung marah ketika memandangnya, sesuatu seolah mengoyak hatinya hingga membuatnya sakit. Teramat sakit hingga hampir menjadikannya mati rasa. Victoria yang masih setengah sadar tidak menyiakan kesempatan begitu saja. ditariknya wajah Kyuhyun lalu menciumnya dalam. Tidak begitu lama namun dapat membuat Sooyoung cemburu tentunya.

Sooyoung membelalakkan matanya lebar-lebar. Kedua tangannya menutup mulutnya sendiri. Dihadapanya ia melihat suaminya datang bersama selingkuhannya dan mereka berciuman. Terlebih tak ada penolakan dari Kyuhyun. Sooyoung merasa terpojokkan sekarang. Inikah kejelasannya?.

“Kyuhyun, kau tega sekali” Sooyoung mengucapkannya tanpa sadar. Beruntung, ucapannya itu cukup membuat Kyuhyun dan Victoria menghentikan aksi ciuman mereka. Kyuhyun menatap Sooyoung, wajah gadis itu memerah. Menahan tangis juga amarah yang menggelayutinya.

“Berikan kejelasannya sekarang juga, sayang” Kyuhyun mendengar bisikan dari Victoria. Lelaki itu terdiam cukup lama dn hanya menatap Sooyoung. “Kenapa kau seperti ini Soo? Kenapa kau baik padaku? Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?” Kyuhyun memandang sendu wajah pilu Sooyoung. Wanita itu rapuh, namun berusaha tegar. Wanita itu terjatuh, namun berusaha untuk berdiri. Dialah Sooyoung, wanita dengan beribu topeng yang ia perankan.

“Apa yang bisa dilakukan wanita rendahan sepertiku untuk mempertahankan rumah tangga ini Kyu? Tak peduli bagaimana pandanganku terhadapku aku akan tetap berusaha baik kepadamu. Kau bertanya apa yang kuinginkan? Jawabannya adalah kau Kyuhyun. Maafkan aku, aku masih belum bisa melupakanmu” Sooyoung menunduk, menangis tersedu dihadapan Kyuhyun. Menunjukkan sisi yang selalu ia tutupi selama ini.

Semua ini sudah cukup untuk membuatku sakit. Cinta begitu membingungkan, juga penuh emosi. Kau tak bisa melepaskannya, maka aku juga tak bisa melepaskanmu Kyuhyun. Ketahuilah, perasaan ini masih tertanam utuh padamu. Tak ada yang berubah selain kau. Aku masih sama, seorang wanita renta yang mengharapkan cinta pangeran.

Tbc.

Maaf kalau jelek banget. Sebenarnya niat aku ngepostnya nanti bareng sama ff yang lain.

Tapi berrhubung besok speedy aku mau diputus L jadi akhirnya sekarang deh ngepostnya.

Ini juga baru jadi langsung dipost jadi maaf kalau banyak typonya. Belum diedit masalahnya. Jelek-jelek gini tapi tetep dikomen yah, aku seneng banget lo kalau ada yg komen. Pasti deh dibaca terus kalo pas mau tidur atau pas bosen dikelas. Wkwk 😛

Bye~ mungkin agak lama aku ngga post lagi, internetnya ngga main masalahnya ^_^

 

Iklan

48 thoughts on “You Have Someone? (3)

  1. wah klo gini caranya.
    kyu mesti d rajam
    hidup changsoo.
    thor busa g soo nya jgn d bwt lemah n memohon cinta sie kyu.
    g redo ja gitu.
    sooyoung d bwt menderita.

    changsoo changsoo changsoo

  2. NYESEK
    jadi sebenernya sooyoung sama kyuhyun nikah itu gegara dijodohin apa karna emang cinta dah ? ._.
    lanjutnya jan lama-lama ya thor 😀

  3. soo u mau aja sih diperlakuin kaya gitu ma kyu jgn lembek dong jd orang, udah cepet bercerai ga suka gw kalo u lembek soo…kalo bisa bikin vic mandul biar kyu nyesel ninggalin soo…wah jgn2 seo itu cewek yg ditunggu changmin ya…

  4. Plisss bngt jgn buat syoo yg paling tertekan disini-.- udh gk bs pny anak , disakitin kyu pula…
    Buat kyu yg sakit bodo amat -.- wkkwkw maksa thor ._.
    Changminnn buat soo lupa ama kyuuu

  5. aku kurang suka dgn karakter soo eon disini… terlihat lemah dn diinjak-injak mulu prasaanya, buat soo eon kuat dn mutusin untk ninggalkan kyu…
    sbesar apapun cntanya..tpi kalo hnya pngkhianatan yg didapat, buat apa soo eon prthnkan prnikahnnya…
    next part nya ditunggu ^^

  6. Kyuppa Pabo!!!
    Benci banget ama otak kyuppa yg pabo dan lemot..
    Jls” dy cemburu soo dkt sma chang
    Gmna soo bsa hamil,, klo dy malah sma vict!!
    Vict jga ngeselin bngt,, kpngin bunuh vict rasa.a#sadis
    Yg chang tunggu seo kah??
    End.a bkin kyuyoung sendri” aja thorr
    Dan kyu yg sngt menyesall..

  7. Please bt sooeon kuat donkk jgn lemah gtuu ngemis cnta ama kyuppa, bt kyuppa cemburuu hbs2an biar dia jg bs ngerasain apa yg sooeon rasakan .. 😦 hhuufftt
    Nexttt…

  8. Kasian soo eon dia sangat terlihat lemah.. kyu oppa kau jhat sekali .. dn kau vict sungguh menyebalkn.. buat kyu oppa menyesal, trus itu biarkn skrang soo eon bersma chang .. next

  9. kek nya si kyuhyun mulai menunjukkan rasanya sama sooyoung,
    dia mulai menyesal dan changmin juga udah jatuh hati…
    huuwaaaaa…
    sooyoungie ayo cepat tetapkan hatimu…
    jatuhkan pada changmin, ne.
    kyuhyun jahat, biarkan saja dia menyesal selamanya!

  10. Kyu oppa beri harapan palsu sm soo unnie ,, soo unnie cerain aja biar tau rasanya gmn kyu oppa nya ~ ,, enak aja mempermainkan hati nya soo unnie next

  11. keren kok thor, keren banget, aku suka, aku menghayati banget baca fic ini *kedengeran lebay tapi beneran*
    tolong endingnya jadiin changsoo aja, aku garela sooyoung digituin, walaupun aku gatau changmin punya masa lalu kayak gimana, tolong buat changsoo bersama T_T plus next chapternya cepetan dipublish ya thor, ff ini keren kok, justru kalau lama dipostnya nanti gadapet feelnya, makasih thor maaf aku comment banyak banget =))

  12. wah baru nemu blok ini mian thour..
    suka banget sedih-sedih gitu tapi jangan terlalu sedih kasian unnie ku sooyoung unnie maksudnya haha…
    aku ngebut bacanya. gak tau kalo uda part 3 aja. next thour… semangat 😀

  13. Ping-balik: All About Sooyoung and Her Pairing

  14. chinggu, maaf yang part 2nya ngga aku komen habis aku bingung mau komen dimana. aaaaaa chingu cerita ini sedih bgt serius! aku sampe nangis bacanya :””
    ffnya jjjjjjaaaaannnnggg! daebak! gomawo ffnya ^^

  15. Ping-balik: You Have Someone? -5- | Choi Sooyoung's Fan

  16. Ping-balik: You Have Someone – 6 | Choi Sooyoung's Fan

  17. wah kok udah tbc lagi ?
    terhanyut bacanya sampai gak nyadar .
    aigoo~ Kyu tega banget , gak ingat apa masa” bahagianya sm Soo .
    Vict itu jg bisa”nya ganggu RT orang . ckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s